Ukraina meluncurkan lebih dari 430 drone ke arah ibu kota Rusia, Moskow, pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat. Serangan ini terjadi hanya sehari sebelum KTT NATO yang krusial di Ankara, Turki, di mana perang Rusia-Ukraina diperkirakan akan menjadi agenda utama pembicaraan.
Rincian Serangan Drone ke Moskow
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan bahwa gelombang drone tersebut terbang menuju wilayah Moskow sejak sore hingga pukul 6:00 pagi waktu setempat. "Dari sore hingga pukul 6:00 pagi (0300 GMT), lebih dari 430 drone terbang ke arah wilayah Moskow," tulis Sobyanin di platform MAX. Ia menambahkan bahwa sebagian besar drone berhasil dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang jauh. "Sebagian besar dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang jauh. 36 UAV musuh dihancurkan saat mendekati Moskow," imbuhnya, dikutip dari kantor berita AFP.
Korban di Wilayah Belgorod
Tidak hanya Moskow, wilayah perbatasan Rusia juga menjadi sasaran. Pelaksana tugas Gubernur Wilayah Belgorod, Aleksandr Shuvaev, mengonfirmasi bahwa beberapa serangan rudal Ukraina menargetkan kota Belgorod dan distrik sekitarnya. "Di desa Belovskoye, distrik Belgorod, seorang warga sipil, sayangnya, tewas akibat serangan rudal pertama," kata Shuvaev di MAX. Insiden ini menambah daftar korban sipil dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Serangan Balasan Rusia dan Desakan Zelensky
Serangan Ukraina ini terjadi setelah Rusia melancarkan serangan yang menewaskan 30 orang di Ukraina pada hari Senin, sehari sebelum KTT NATO. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak sekutu untuk mengambil "keputusan tegas" pada KTT di Ankara. "Sangat penting bahwa dunia -- terutama Amerika Serikat dan mitra Eropa kita -- keluar dari KTT NATO di Ankara dengan keputusan tegas untuk mendukung pertahanan udara kami," kata Zelensky di Facebook. Ia menekankan perlunya dukungan pertahanan udara yang lebih kuat untuk melindungi Ukraina dari serangan rudal dan drone Rusia.
Eskalasi Perang Jarak Jauh
Rusia dan Ukraina telah meningkatkan serangan jarak jauh dalam beberapa bulan terakhir. Kedua pihak secara teratur melaporkan serangan drone dan peluncuran rudal yang menargetkan wilayah yang jauh dari garis depan. Penggunaan drone jarak jauh oleh Ukraina menjadi sorotan, menunjukkan kemampuan Kyiv untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia. Sementara itu, Rusia juga terus melancarkan serangan rudal ke berbagai kota Ukraina, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
KTT NATO di Ankara
KTT NATO yang digelar di Ankara, Turki, menjadi momen penting bagi Ukraina untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut dari negara-negara sekutu. Sebelumnya, mantan Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan menghadiri KTT tersebut, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak AS untuk tidak menjual jet F-35 ke Turki. Namun, fokus utama KTT kali ini adalah respons terhadap agresi Rusia dan bantuan militer untuk Ukraina.



