KOMPAS.com - Di era modern, keberhasilan bisnis tidak lagi bisa diukur secara semu dari melimpahnya jumlah tayangan (impressions) iklan atau tingginya angka pengikut di media sosial. Tantangan terbesar pelaku usaha kini bergeser bukan lagi sekadar cara menjangkau audiens, melainkan bagaimana membangun keterlibatan atau engagement yang mampu menghasilkan konversi ekonomi secara berkelanjutan.
Perubahan Paradigma Digital Marketing
Perubahan paradigma ini dibedah secara mendalam dalam pengukuhan Prof. Retno Dewanti sebagai Guru Besar Tetap bidang Digital Marketing Binus University pada 19 Juni 2026. Melalui orasi ilmiah bertajuk “Dari Interaksi ke Konversi: Membangun Ekosistem Digital Marketing Berkelanjutan”, Prof. Retno menawarkan strategi yang sangat relevan bagi industri dan pelaku UMKM nasional.
Strategi Membangun Engagement
Menurut Prof. Retno, kunci utama adalah menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mendorong interaksi bermakna. Interaksi tersebut harus dirancang untuk memicu konversi, baik berupa pembelian, pendaftaran, maupun loyalitas jangka panjang. Pelaku usaha perlu mengintegrasikan data, konten personalisasi, dan teknologi untuk mengoptimalkan setiap titik sentuh dengan konsumen.
Dengan pendekatan ini, UMKM dapat bersaing di pasar digital tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk iklan massal. Fokus pada engagement yang berkualitas akan menciptakan hubungan yang lebih erat antara merek dan konsumen, sehingga konversi ekonomi dapat tercapai secara berkelanjutan.



