Video Haaland Kaget Lihat Cermin Ternyata Hasil AI, Ini Faktanya
Video Haaland Kaget di Cermin Ternyata Hasil AI

Sebuah video yang memperlihatkan pemain sepak bola Norwegia, Erling Haaland, terkejut melihat pantulan wajahnya sendiri di cermin menjadi viral di media sosial pada pekan pertama Juli 2026. Video ini beredar luas di tengah hiruk-pikuk perhelatan Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Konten Viral dan Kecurigaan Awal

Dalam video tersebut, Haaland tampak terperanjat saat melihat bayangannya di cermin, seolah tidak mengenali dirinya sendiri. Ekspresi kagetnya terlihat natural, sehingga banyak pengguna media sosial yang percaya bahwa video itu asli. Apalagi, Haaland dikenal sebagai sosok yang ramah dan kerap menjadi bahan meme karena tingkah lucunya di dalam maupun di luar lapangan.

Namun, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan investigasi mendalam dan menemukan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa digital. Teknologi kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk memanipulasi ekspresi wajah Haaland, sehingga tampak meyakinkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konfirmasi Tim Cek Fakta

"Kami menemukan bahwa video Haaland tersebut merupakan hasil rekayasa digital," ujar Tim Cek Fakta Kompas.com dalam laporannya. Mereka menganalisis detail visual, seperti pencahayaan, bayangan, dan gerakan mata yang tidak sepenuhnya konsisten dengan rekaman asli. Selain itu, tidak ada sumber resmi atau rekaman dari pertandingan atau sesi latihan yang menunjukkan kejadian serupa.

Video ini menjadi pengingat bahwa konten buatan AI semakin canggih dan sulit dibedakan dari kenyataan. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan konten viral.

Dampak dan Imbauan

Fenomena video hoaks seperti ini dapat menimbulkan kebingungan dan misinformasi, terutama di tengah euforia Piala Dunia. Tim Cek Fakta Kompas.com menekankan pentingnya literasi digital agar publik tidak mudah tertipu oleh konten rekayasa. "Kami mendorong masyarakat untuk selalu mengecek fakta melalui sumber terpercaya, terutama untuk konten yang tampak terlalu aneh atau lucu untuk menjadi kenyataan," tambah mereka.

Ke depannya, perkembangan AI membutuhkan kewaspadaan ekstra dari semua pihak, termasuk platform media sosial, untuk mendeteksi dan memberi label pada konten buatan AI.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga