Rover Curiosity Temukan 7 Senyawa Organik Baru di Mars, Bukti Planet Pernah Layak Huni
Curiosity Temukan 7 Senyawa Organik Baru di Mars

Rover Mars milik NASA, Curiosity, berhasil mengidentifikasi tujuh senyawa organik dalam batuan di dekat ekuator Planet Merah. Lima di antaranya belum pernah ditemukan sebelumnya di Mars. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada Selasa (21/4) dan menambah bukti bahwa Mars mungkin pernah menjadi planet yang layak huni miliaran tahun lalu.

Penemuan Senyawa Organik di Mars

Para peneliti mengatakan bahwa eksperimen tersebut juga mengindikasikan adanya senyawa organik lain yang memiliki struktur mirip dengan prekursor DNA, molekul yang membawa informasi genetik pada makhluk hidup di Bumi. Namun, mereka menekankan bahwa senyawa organik, yang terutama tersusun dari atom karbon dan menjadi dasar struktural semua kehidupan di Bumi, juga dapat terbentuk melalui proses non-biologis.

Mars Mungkin Pernah Layak Huni

Temuan ini menambah bukti bahwa Mars mungkin pernah menjadi planet yang layak huni miliaran tahun lalu. Seperti Bumi dan planet lain di tata surya, Mars diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Pada awal sejarahnya, Mars lebih hangat dan lebih basah dibandingkan kondisi saat ini yang dingin dan kering. Kedua rover Mars milik NASA, Curiosity dan Perseverance, telah menemukan material organik di planet tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rover Curiosity telah menjelajahi Gale Crater yang luas, yang diduga terbentuk akibat tumbukan meteorit dan pernah menjadi danau yang kini telah mengering. Kelimpahan mineral lempung di area Glen Torridon dalam kawah tersebut menunjukkan bahwa air pernah ada di sana. Meteorit mungkin membawa materi organik ke Mars, sementara air dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk perkembangannya.

Pernyataan Ilmuwan

"Kami belum dapat mengatakan bahwa Mars pernah memiliki kehidupan, tetapi temuan kami semakin memperkuat bukti bahwa Mars adalah dunia yang layak huni pada masa yang sama ketika kehidupan mulai muncul di Bumi," kata Amy Williams, astrobiolog dan ilmuwan planet dari University of Florida serta penulis utama studi tersebut. "Perlu ditegaskan, kami belum menemukan bukti adanya kehidupan dalam studi ini, tetapi kami semakin memperjelas jenis molekul penyusun kehidupan yang pernah ada di Mars," tambah Williams.

Bahan Dasar Kehidupan dalam Batuan Miliaran Tahun

Para peneliti memperkirakan bahwa sampel batuan yang dianalisis berusia setidaknya 3,5 miliar tahun. Curiosity, yang mendarat di Mars pada tahun 2012, mengambil sampel tersebut pada tahun 2020. Salah satu molekul yang diidentifikasi, benzotiofena, juga ditemukan pada meteorit dan asteroid.

"Material yang sama yang jatuh ke Mars melalui meteorit juga jatuh ke Bumi, dan kemungkinan menyediakan bahan dasar bagi kehidupan seperti yang kita kenal," kata Williams. "Kami melihat bahan penyusun kehidupan, kimia prebiotik di Mars, yang terawetkan dalam batuan ini selama miliaran tahun."

Mineral lempung dapat menjaga senyawa organik seperti ini lebih baik dibandingkan mineral lain, sehingga lokasi tersebut dipilih sebagai titik penelitian. Rover Curiosity juga membawa bahan kimia TMAH, yang dapat memecah materi organik untuk menganalisis komponennya. Uji seperti ini belum pernah dilakukan di luar Bumi sebelumnya.

Williams menambahkan bahwa salah satu molekul yang mengandung nitrogen merupakan "prekursor dari bagaimana DNA akhirnya terbentuk." Ia juga menegaskan bahwa belum dapat dipastikan apakah materi organik tersebut berasal dari proses geologi, jatuhnya meteorit, atau dari kehidupan. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa "jika materi organik kompleks dari kehidupan memang terawetkan di Mars, kita seharusnya dapat mendeteksinya dengan instrumen rover saat ini maupun yang akan datang."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris. Diadaptasi oleh Rahka Susanto. Editor: Yuniman Farid.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga