Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya bermakna dari sisi politik dan hukum, tetapi juga memiliki perspektif ekologis yang mendalam. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara nonton bareng film "Maira Generasi Penjaga Bumi" di Bioskop New Star Cineplex Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/4) sore.
Makna Ekologis Empat Pilar
Menurut Rerie, selama ini Empat Pilar sering dimaknai hanya dalam konteks politik, hukum, dan kehidupan sosial. Namun, ia mengajak untuk melihatnya dari sudut yang lebih dalam dan mendasar. Nilai kebangsaan sejatinya berbicara tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.
Empat konsensus kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—memiliki makna ekologis yang kuat. Rerie mencontohkan sila "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" tidak hanya berlaku dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga mencakup kemampuan untuk tidak merusak lingkungan. "Kita tidak bisa menyebut diri kita beradab jika kita merusak ruang hidup kita sendiri," tegasnya.
Amanat UUD 1945 untuk Kemakmuran Berkelanjutan
Anggota Komisi X DPR RI itu menambahkan bahwa UUD 1945 mengamanatkan sumber daya alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Namun, kemakmuran sejati adalah yang bisa diwariskan kepada generasi berikut, bukan bersifat sesaat. Rerie mengingatkan bahwa saat ini dunia tidak lagi berbicara tentang perubahan iklim, tetapi sudah memasuki fase krisis lingkungan. Krisis yang dihadapi bukan hanya soal alam, tetapi juga cara berpikir, cara mengambil keputusan, dan cara memandang kehidupan.
Film "Maira Generasi Penjaga Bumi" disebut Rerie bukan sekadar cerita, melainkan cermin hubungan manusia dengan hutan dan alam, serta pilihan dan konsekuensinya. Ia mengajak penonton untuk merasakan, memahami, dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. "Menjaga lingkungan bukan pilihan. Menjaga lingkungan adalah keharusan. Dan menjaga lingkungan adalah menjaga bangsa ini," pungkas Rerie.
Acara nonton bareng dalam rangka Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan ini turut dihadiri mahasiswa dan komunitas pemuda di Kudus dan sekitarnya.



