PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyalurkan hampir 100 hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketakwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mewujudkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Distribusi Hewan Kurban
Distribusi kurban tahun ini dilakukan ke warga sekitar kantor pusat Waskita Karya di Jakarta dan sejumlah wilayah pembangunan proyek strategis Perseroan. Daerah yang menjadi sasaran meliputi Aceh, Merauke, Sukabumi, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Makassar, Ibu Kota Nusantara, dan Kalimantan Tengah.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa hewan kurban yang disalurkan berupa puluhan sapi dan puluhan kambing. Seluruh hewan telah memenuhi standar kualitas tinggi yang dibuktikan dengan sertifikat Surat Keterangan Kesehatan Hewan.
Komitmen Sosial Perusahaan
Ermy menegaskan bahwa melalui penyaluran hewan kurban ini, Waskita Karya berkomitmen menanamkan nilai sosial dan mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar proyek. Ia menambahkan bahwa berkurban bukan hanya soal berbagi daging, tetapi juga menyampaikan pesan kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian melalui tindakan nyata yang penuh manfaat.
Penyaluran kurban diharapkan menjadi kontribusi nyata Perseroan dalam membangun harmonisasi antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan sosial masyarakat. Penyediaan hewan kurban tahun ini juga melibatkan para peternak lokal di beberapa daerah.
Kontribusi Pembangunan Masjid
Sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, Waskita Karya telah mengerjakan lima masjid besar di Tanah Air yang dapat digunakan untuk salat Iduladha berjemaah. Kelima masjid tersebut adalah Masjid Istiqlal di Jakarta, Baiturrahman di Aceh, Sheikh Zayed di Solo, Baiturrahman di Semarang, dan Al-Akbar di Surabaya. Kelima masjid mampu menampung hingga 200 ribu jemaah.
Ermy menjelaskan bahwa pembangunan masjid-masjid ini merupakan kontribusi Perseroan dalam menyediakan fasilitas penunjang ibadah umat Muslim. Perusahaan ingin para jemaah dapat beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman.
Perhatian pada Nilai Sejarah
Dalam pengerjaannya, Waskita tidak hanya memerhatikan kualitas bangunan tetapi juga sejarah atau latar belakang berdirinya masjid. Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan bangunan tanpa mengubah bentuk secara signifikan. Misalnya, pada Masjid Baiturrahman Aceh yang merupakan salah satu masjid tertua, desainnya dibuat menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Masjid berkapasitas lebih dari 24 ribu jemaah ini memiliki 12 payung raksasa dan pohon kurma di sekitar halaman, sehingga menambah kemiripan dengan Nabawi.
Masjid yang direnovasi Waskita pada 2015 itu hingga kini masih menjadi destinasi wisata religi dan budaya di Aceh. Nilai sejarah juga terlihat pada Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang pertama kali diresmikan pada Desember 1974. Saat merenovasi, Waskita tidak mengubah bentuk secara signifikan tetapi membuatnya lebih megah dan modern. Desain masjid tetap mempertahankan gaya arsitektur tradisional Jawa dengan struktur limasan, dan ditambahkan kolam air untuk menambah suasana sejuk.
Inovasi dan Teknologi
Perseroan hanya membutuhkan waktu 11 bulan untuk renovasi Masjid Baiturrahman Semarang berkat penerapan Building Automation System yang mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment Mechanical, Electrical, Plumbing.
Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan hibah dari Uni Emirat Arab dibangun oleh Waskita pada 2021 dan dirampungkan tepat waktu. Perusahaan menambahkan inovasi green building serta fasilitas berteknologi modern. Masjid ini dibangun mirip Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi, namun tetap diberi sentuhan khas Solo seperti motif batik kawung pada lantai dan pilar-pilar masjid. Masjid berkapasitas 15 ribu jemaah ini menjadi simbol persahabatan Indonesia-UEA.
Pada 2022, Waskita merenovasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Selain memperindah tampilan luar, Perseroan memastikan keandalan struktur dan kenyamanan fasilitas bagi pengunjung. Masjid terbesar kedua di Indonesia ini mampu menampung hingga 45 ribu jemaah, sehingga banyak warga melaksanakan salat Iduladha di sana. Masjid ini berdiri sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan estetika modern dengan filosofi Islam.
Ermy juga mengungkapkan kebanggaan Perseroan karena turut merenovasi Masjid Istiqlal, masjid termegah di Indonesia. Masjid yang selesai direnovasi pada 2021 ini dilengkapi teknologi kekinian sebagai inovasi green building.
Kelima masjid yang dibangun Waskita menjadi simbol peradaban Islam di berbagai daerah. Ermy berharap pada perayaan Iduladha tahun ini masyarakat dapat salat bersama keluarga dengan penuh khidmat dan suka cita.



