Andra Soni Bantu Suku Baduy Jalani Ritual Jaga Alam di Ujung Kulon
Andra Soni Bantu Baduy Ritual Jaga Alam di Ujung Kulon

Gubernur Banten Andra Soni menerima kedatangan masyarakat Baduy dalam acara Seba Baduy yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten pada Sabtu, 25 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Andra menyatakan akan membantu masyarakat Baduy yang berencana menggelar ritual pelestarian alam di Sanghyang Sirah dan Gunung Honje, yang berlokasi di kawasan Ujung Kulon, Pandeglang, Banten.

Tradisi Seba Baduy

Seba Baduy merupakan tradisi tahunan di mana masyarakat Baduy mengunjungi Gubernur Banten yang disebut sebagai "Bapak Gede" di Kota Serang. Mereka membawa hasil bumi dari masyarakat Kanekes, Kabupaten Lebak. Pada siang hari, Andra menjalankan tradisi Muka Panto atau membuka pintu Gedung Negara, dilanjutkan pada malam hari dengan tradisi mendengarkan amanat dari masyarakat Baduy.

Komitmen Menjaga Alam

Andra Soni mengapresiasi amanat yang disampaikan masyarakat Baduy melalui Jaro Pamarentah dan Jaro warga, terutama terkait persoalan lingkungan di wilayah Desa Kanekes. Ia menegaskan bahwa amanat yang dipegang turun-temurun adalah "gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak" (gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat adat Baduy, tidak hanya melalui momentum Seba, tetapi juga melalui koordinasi berkelanjutan. "Insya Allah komunikasi terus kita bangun. Melalui Jaro Pamarentah, mereka selalu menyampaikan hal-hal yang perlu dilaporkan. Kami berterima kasih kepada masyarakat adat Kanekes yang setia kepada pemerintah dan terus memberikan masukan, salah satunya dalam menjaga alam," ujar Andra.

Ritual di Sanghyang Sirah dan Gunung Honje

Pemprov Banten akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Baduy, termasuk rencana ritual pelestarian alam di kawasan Sanghyang Sirah dan Gunung Honje. "Melalui Dinas Lingkungan Hidup, kita akan berkoordinasi dengan Kabupaten Lebak dan Pandeglang terkait apa yang disampaikan, termasuk harapan mereka untuk melaksanakan ritual di Sanghyang Sirah dan Gunung Honje melalui kegiatan Ngaraksa Gunung Ngarawat Alam. Mudah-mudahan bisa kita fasilitasi," tambahnya.

Kepala Desa Kanekes sekaligus Jaro Pamarentah, Jaro Oom, menjelaskan bahwa Seba Baduy merupakan bagian dari rangkaian adat pascapanen dan prosesi Ngalaksa. Kedatangan masyarakat Baduy menghadap "Bapak Gede" bertujuan menyampaikan amanat untuk menjaga keselarasan antara manusia dan alam di berbagai wilayah.

"Kami menegaskan komitmen untuk terus ngeraksa dan menjalankan aturan adat. Kami menjalankan ritual sakral untuk menyelamatkan gunung, sungai, dan hutan. Kami ngaraksa gunung ngarawat alam," tegas Jaro Oom.

Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan ritual perawatan alam di sejumlah titik di luar wilayah ulayat Baduy, seperti Sanghyang Sirah dan Gunung Honje, yang akan dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan lingkungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga