Kepala BPIP Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Hari Lahir Pancasila
Kepala BPIP Pimpin Upacara Penurunan Bendera Pancasila

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi memimpin langsung upacara penurunan bendera pusaka Merah Putih di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, pada Senin sore, 1 Juni 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila.

Prosesi Penurunan Bendera

Berdasarkan pantauan melalui kanal YouTube BPIP RI, upacara penurunan bendera dimulai tepat pukul 16.30 WIB. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 bertugas melaksanakan prosesi tersebut. Sebelum upacara dimulai, para anggota Paskibraka telah memenuhi halaman Gedung Pancasila dan bersiap dalam formasi. Komandan upacara kemudian memasuki barisan, diikuti dengan pembukaan formasi oleh petugas Paskibraka untuk melangsungkan prosesi penurunan bendera dengan tertib dan lancar.

Penetapan Purnapaskibraka dan Duta Pancasila

Dalam kesempatan tersebut, secara bersamaan dilakukan penetapan Purnapaskibraka tingkat pusat tahun 2025. Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Kepala BPIP nomor 20/2026. Yudian Wahyudi dalam sambutannya menekankan bahwa tugas anggota Paskibraka tidak berhenti setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan duplikat bendera pusaka pada upacara kenegaraan. Menurutnya, para anggota Paskibraka memiliki tanggung jawab yang lebih besar sebagai generasi penerus bangsa yang harus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
"Adik-adikku Paskibraka tahun 2025, Adik-adik telah selesai melaksanakan tugas pengibaran dan atau menurunkan duplikat bendera pusaka pada upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia dan upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila. Tugas Adik-adik belumlah selesai. Ibu Pertiwi memanggil, berdirilah dengan gagah, dan jagalah sang saka merah putih tetap berkibar di seluruh pelosok Indonesia," ujar Yudian.

Lebih lanjut, para anggota Purnapaskibraka secara otomatis diangkat sebagai Duta Pancasila. Penetapan tersebut, kata dia, mengandung makna bahwa para anggota Paskibraka wajib memegang teguh empat konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Peran Duta Pancasila

Menurut Yudian, para Duta Pancasila diharapkan menjadi teladan dalam mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila di berbagai aspek kehidupan. Ia meminta para anggota Paskibraka untuk terus menanamkan rasa semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan rela berkorban demi kepentingan bangsa. "Adik-adik akan menjadi teladan dalam mengarusutamakan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam laku hidup sehari-hari, Adik-adik harus menanamkan nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, serta rela berkorban untuk kepentingan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia di berbagai bidang," ucapnya.

Upacara penurunan bendera ini menjadi momen penting dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, sekaligus menegaskan komitmen generasi muda dalam menjaga ideologi bangsa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga