UMY Kembangkan Mete NTT Jadi Bahan Bakar Biofuel Pesawat
UMY Kembangkan Mete NTT Jadi Biofuel Pesawat

UMY Kembangkan Mete NTT Jadi Bahan Bakar Biofuel Pesawat

KOMPAS.com - Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Cahyo Wisnu Rubiyanto, S.P., M.App.Sc., Ph.D, tengah mengembangkan perkebunan tanaman mete di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk diolah menjadi bahan baku (feedstock) biofuel pesawat. Jambu mete selama ini buah ujungnya sering dikonsumsi manusia dan dikenal sebagai kacang mete.

Menurut Cahyo, mete di NTT adalah komoditas strategis. Pemanfaatan mete bisa jauh lebih tinggi daripada sekadar produk pangan. Kini mete berpotensi menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar transportasi penerbangan berkelanjutan.

Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani mete di NTT dan mendukung ketahanan energi nasional. Dengan potensi lahan yang luas, pengembangan biofuel dari mete dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk industri penerbangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram