Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Surabaya, Jawa Timur, sejak dini hari Selasa (23/6/2026) menyebabkan sedikitnya 16 titik wilayah ibu kota provinsi tersebut dikepung banjir. Hingga menjelang tengah hari, empat lokasi dilaporkan masih belum surut.
Empat Lokasi Masih Tergenang
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, merinci banjir pertama terpantau pada pukul 02.34 WIB di kawasan Benowo. "Dari 16 titik genangan yang kami catat, 12 lokasi sudah surut. Masih ada 4 lokasi yang belum surut hingga update pukul 11.00 WIB, yaitu di Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo," kata Linda.
Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Titik terparah tercatat di Jalan Simo Kalangan, Sukomanunggal, yang sempat mencapai 60 sentimeter. Disusul sejumlah titik lain seperti Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Imam Bonjol, kawasan Ngagel Kebonsari, RSIA Kendangsari, dan Jalan Raya Pandugo yang masing-masing mencapai 50 sentimeter.
Genangan Tersebar di Berbagai Kecamatan
Genangan tersebar di berbagai kecamatan mulai dari Benowo, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonokromo, Sukomanunggal, Tegalsari, Gubeng, Rungkut, Wiyung, hingga Gunung Anyar. Beberapa lokasi berada di kawasan fasilitas publik, termasuk di sekitar rumah sakit. "Penanganan dilakukan melalui penyedotan oleh DSDABM dan DPKP, sementara TRC BPBD terus melakukan monitoring ketinggian air di setiap titik kejadian," jelas Linda.
Pantauan CNNIndonesia.com di salah satu titik banjir, yakni di kawasan Nginden Intan Timur, ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter. Hal itu membuat aktivitas warga terganggu. Namun sejumlah anak-anak terlihat justru asyik bermain di tengah luapan air yang menggenang. "Ini tadi pagi enggak setinggi ini," kata salah satu warga setempat, Wisnu Priyo (32).
Empat Pohon Tumbang dan Satu Rumah Rusak
Selain banjir, cuaca ekstrem turut menyebabkan empat pohon tumbang di Surabaya. Berdasarkan data BPBD Surabaya, Linda menyebut kejadian tersebar di Jalan Diponegoro Tegalsari, Jalan T.A.I.S. Nasution Genteng, Jalan Pagesangan Agung Baru Jambangan dan Jalan Wiguna II Gunung Anyar. "Keempat pohon tumbang sudah selesai ditangani oleh petugas gabungan BPBD dan DLH," kata Linda.
Jenis pohon yang tumbang beragam, mulai dari tabebuya, nangka, sengon, hingga trembesi, dengan tinggi antara 5 hingga 20 meter. Tak hanya itu, satu unit rumah di Jalan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap. Linda menyebut laporan masuk pada pukul 05.51 WIB. "Satu kepala keluarga dengan lima jiwa terdampak, namun korban jiwa dan luka nihil," ujar Linda.
Atap yang ambruk menimpa kamar tidur dan ruang tamu bagian depan. Petugas langsung mengamankan area dan mendistribusikan bantuan kepada penghuni terdampak. "Untuk pemasangan terpal tidak bisa dilakukan karena rangka atap sudah lapuk. Namun rumah masih bisa ditempati di bagian belakang. Untuk perbaikan, rencananya akan didaftarkan ke program rutilahu oleh pihak kelurahan," tambah Linda.
Banjir Hari Sebelumnya
Sehari sebelumnya, hujan deras yang terjadi sejak Senin (22/6) subuh juga membuat 17 titik di Kota Surabaya terkepung banjir. Kemarin, genangan tertinggi mencapai setengah meter. Penanganan banjir ini juga terkendala karena pasang air laut turut menghambat pemompaan air ke laut. Menurut Linda, seluruh genangan dipicu hujan dengan intensitas sedang yang terjadi sejak dini hari. Untuk mempercepat penanganan, petugas dari BPBD Kota Surabaya bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) melakukan penyedotan air serta pemantauan kondisi genangan di lokasi terdampak.



