Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp380 juta untuk perbaikan saluran air yang ambles di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa. Penanganan kerusakan ini ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan agar kondisi jalan dan arus lalu lintas dapat kembali normal.
Rincian Anggaran dan Target Perbaikan
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, menyatakan bahwa anggaran tersebut mencakup seluruh rangkaian pekerjaan hingga selesai. "Ini sekitar Rp380-an juta untuk seluruhnya sampai selesai dalam dua minggu," ujar Santo saat dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu, 31 Mei 2026, seperti dilansir Antara.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan difokuskan pada bagian utama saluran yang berada di bawah badan jalan. Langkah ini diambil agar kendaraan dapat melintas kembali dalam waktu dekat. Pekerjaan utama meliputi pemasangan gorong-gorong (box culvert) serta pemulihan pengerasan jalan sepanjang sekitar 10 meter.
Target Fungsi Jalan Kembali Normal
Santo menargetkan fungsi jalan dapat kembali normal dalam tiga hari, sementara keseluruhan pekerjaan dituntaskan dalam dua pekan. "Yang inti kita kejar dalam tiga hari. Hari Senin lalu lintas sudah clear, sudah tidak macet lagi," ucapnya.
Pekerjaan telah dimulai sejak malam sebelumnya, diawali dengan pemasangan empat unit box culvert sepanjang empat meter. Selanjutnya, petugas melanjutkan proses pemadatan dan pengecoran perkerasan jalan.
Kendala dan Koordinasi
Meski demikian, proses perbaikan menghadapi kendala kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi. Menurut Santo, jika akses dapat ditutup total, pekerjaan bisa berjalan lebih leluasa dan lebih cepat. Selain itu, Sudin SDA juga berkoordinasi dengan pemilik utilitas, seperti tiang serta jaringan kabel yang terdampak pekerjaan. Perbaikan fondasi utilitas akan dilakukan setelah pemasangan turap selesai.
Pencegahan Kejadian Serupa
Santo mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan saluran-saluran lama agar kejadian jalan ambles tidak terulang. Pengecekan terutama dilakukan pada saluran melintang (crossing) di bawah ruas jalan. "Memang harus ada pengecekan kembali karena banyak crossing yang usianya mungkin sudah lebih dari 25 tahun," ucapnya.
Pengecekan akan melibatkan instansi terkait, seperti Suku Dinas Bina Marga, mengingat banyaknya infrastruktur saluran di bawah ruas jalan umum.
Permohonan Maaf atas Kemacetan
Santo menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan selama proses perbaikan berlangsung dan berharap pekerjaan utama dapat selesai sesuai target.



