Kebakaran Hanguskan Permukiman Padat di Gandamekar Cikarang Barat
Kebakaran Hanguskan Permukiman Padat di Gandamekar

Jakarta - Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat penduduk di Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (31/5/2026) sore. Api diketahui berasal dari gudang penyimpanan limbah lawon atau sisa-sisa kain tekstil.

Kronologi Kebakaran

Binmaspol Gandamekar, Aiptu Giri, mengungkapkan bahwa sumber api berasal dari gudang limbah tersebut. "Gudang limbah (sumber api)," ujarnya kepada detikcom. Lawon merupakan sisa kain dari industri garmen atau rumah tangga yang mudah terbakar. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

"Masih didalami dulu karena mendadak," terang Giri. Api pertama kali muncul sekitar pukul 16.30 WIB. Begitu menerima laporan, tim pemadam kebakaran segera menuju lokasi untuk berupaya memadamkan api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. "Korban jiwa nihil," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Kebakaran

Pantauan detikcom di Jalan H Mad Boich Idris, Gandamekar, pada pukul 20.56 WIB, menunjukkan lokasi kebakaran merupakan permukiman padat penduduk. Sejumlah rumah terlihat hangus terbakar dan tidak dapat dihuni lagi. Beberapa atap rumah roboh, dan bau hangus menyengat tercium di sekitar lokasi.

Dinding-dinding rumah dipenuhi jelaga. Suasana di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) gelap gulita dan terdapat genangan air. Beberapa warga berusaha masuk kembali untuk memeriksa kondisi rumah mereka yang gelap. Petugas damkar lalu-lalang membawa peralatan pemadam, sementara mobil pemadam silih berganti berdatangan.

Respons Warga dan Petugas

Warga setempat mengerumuni lokasi kebakaran, sebagian di antaranya mendokumentasikan kejadian tersebut. Seorang pria terlihat menghalau pengendara motor yang hendak melintas, "Putar balik, putar balik," ujarnya. Petugas damkar terus berupaya memadamkan api dan melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan padat penduduk yang rawan bencana. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti dan menghimbau warga untuk tetap waspada.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga