Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengumumkan rencana pembangunan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jembatan tersebut akan menjadi tempat bagi masyarakat untuk memasang gembok cinta, sebuah tradisi simbolis yang populer di berbagai kota dunia.
Lokasi dan Fasilitas JPO Baru
Pramono menyatakan bahwa jembatan penyeberangan akan dibangun di atas sungai yang melintasi kawasan Rasuna Said. "Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Bina Marga, ada dua jembatan yang akan dipasang penyeberangan di sungainya. Nanti boleh orang memasang gembok cinta," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Utara pada Selasa (30/6), seperti dikutip dari Antara.
Menurut Pramono, cinta merupakan salah satu poin penting bagi Jakarta. Oleh karena itu, ia ingin menghadirkan elemen tersebut di jembatan baru yang akan dibangun. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung.
Penataan Jalan HR Rasuna Said
Sebelumnya, Pramono mengungkapkan keyakinannya bahwa Jalan HR Rasuna Said yang telah rampung ditata dapat menjadi ikon baru Jakarta. "Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, bahkan di ujung ada anggrek yang dipasang secara khusus," katanya.
Penataan Jalan HR Rasuna Said mencakup panjang 3,8 km, termasuk perbaikan trotoar, pembongkaran 109 tiang monorel, dan perbaikan ketinggian elevasi antara jalur cepat dan lambat. Proyek ini menghabiskan biaya sekitar Rp91 miliar.
Dampak dan Harapan
Pembangunan JPO dengan konsep gembok cinta diharapkan tidak hanya meningkatkan keamanan pejalan kaki tetapi juga memberikan nilai estetika dan emosional bagi kota. Pramono menekankan bahwa cinta adalah bagian penting dari identitas Jakarta yang ingin terus dikembangkan.
Dengan adanya fasilitas ini, warga dapat mengekspresikan kasih sayang mereka melalui gembok yang dipasang di jembatan, mirip dengan tradisi di Jembatan Pont des Arts di Paris atau Jembatan Cinta di berbagai kota lain. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi untuk menciptakan ruang publik yang interaktif dan bermakna.



