Jumlah RW Kumuh Jakarta Menurun Drastis Berkat Peran Muslimat NU
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan survei nasional, pada tahun 2017 tercatat sebanyak 445 RW kumuh. Namun, pada survei terbaru tahun 2026, angka tersebut turun drastis menjadi hanya 211 RW kumuh. Pramono menyampaikan hal ini saat meresmikan kantor Sekretariat Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI di Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026).
Muslimat NU: Kaki Tangan Utama Pemprov DKI
Pramono menilai pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras para kader Muslimat NU di tingkat masyarakat yang secara konsisten menjalankan berbagai program lingkungan dan kesehatan. Ia menyebut Muslimat NU memiliki peran penting dalam mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga tingkat RW. "Terus terang tanpa disadari, kaki tangan utama Pemerintah DKI Jakarta salah satunya sebenarnya Muslimat," kata Pramono.
Keterlibatan Kader dalam Dasawisma, PKK, dan Jumantik
Menurut Pramono, kader-kader Muslimat NU selama ini banyak terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan seperti Dasawisma, PKK, dan Jumantik. "Dasawisma rata-rata Muslimat, PKK Muslimat, Dawis Muslimat, Jumantik juga Muslimat," ujarnya. Kontribusi organisasi ini menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program pemerintah di tingkat paling bawah.
Penurunan 52,58 Persen dari Data BPS
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Barat, jumlah RW kumuh di Jakarta turun sebesar 52,58 persen. Dari total 2.749 RW di Jakarta, pada tahun 2017 terdapat 445 RW kumuh, dan pada tahun 2026 menyusut menjadi 211 RW kumuh. Data tersebut difinalisasi pada tahun 2026 untuk data tahun 2025.
Komitmen Pramono Menuju Jakarta 5 Abad
Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, Pramono menegaskan komitmennya untuk memperkuat harmoni sosial dan kehidupan keagamaan sebagai fondasi pembangunan kota. "Saya berharap ikatan moral dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat semakin kuat," ujar Pramono. Peresmian kantor sekretariat PW Muslimat NU DKI di Jakarta Timur menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam mewujudkan Jakarta yang lebih tertata dan bersih.



