SDA Jakbar Tindak Lanjuti Banjir di Kembangan: Sistem Saluran Harus Diperbaiki
SDA Jakbar Tindak Lanjuti Banjir di Kembangan

Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat menindaklanjuti banjir yang terjadi di Kembangan akibat parit atau penampung air diuruk sehingga air meluap ke permukiman warga. Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, menyatakan pihaknya akan memeriksa apakah pengurukan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pengecekan Sesuai Prosedur

"Nanti kita sebagai pengawas ketataairan akan kita cek dari SIPPT-nya, apakah sesuai dengan kewajiban yang disepakati atau tidak. Dari segi itu," ujar Mustajab kepada wartawan setelah meninjau lokasi banjir pada Selasa (5/4/2026).

Mustajab menegaskan bahwa pengurukan tanah rawa atau penampungan air memiliki aturan khusus yang tidak boleh dilanggar. "Setiap ada pengembangan rawa, ada kewajiban 30 persen untuk Ruang Terbuka Biru. Itu harus dilakukan," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sistem Saluran Perlu Dibersihkan

Mustajab menjelaskan bahwa banjir di Kembangan tidak semata-mata karena pengurukan. Sistem pembuangan air melalui saluran juga harus diperbaiki agar volume air dari dua inlet dapat mengalir lancar ke Kali Angke. "Bukan masalah pengurukannya, dimensi saluran harus kita normalisasi sehingga volume yang datang dari dua inlet tadi bisa memenuhi dan mengalir ke Kali Angke," jelasnya.

"Tetap harus kita perbaiki secara sistem. Ibu Wali Kota Jakbar sendiri tahu, masalah sistem saluran air memang belum tuntas sampai ke Kali Angke, sehingga perlu kita tuntaskan," sambungnya.

Keluhan Warga

Seorang warga RT 09 RW 1, Ahmad Juliana (42), mengatakan bahwa banjir di Kembangan terjadi setelah air meluap dari parit atau tampungan air. "Mulai malam hujan, lalu jam 2-3 pagi meluap lagi, ditambah kiriman dari Kali Angke," kata Ahmad.

Ia menerangkan bahwa luapan air seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi. Menurutnya, air yang seharusnya mengalir menjadi terhambat karena tampungan air dan parit di sekitar RT 1 diuruk tanah. "Harusnya ini jalan air. Malah airnya tidak tertampung, akhirnya ke jalan dan ke rumah," jelasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga