Tembok Roboh, SDN Tebet Barat 08 Gelar PJJ Demi Keamanan Siswa
Tembok Roboh, SDN Tebet Barat 08 Gelar PJJ

Jakarta - Tembok sekolah SDN Tebet Barat 08 Pagi, Jakarta Selatan, roboh setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sebagai langkah antisipasi, sekolah memutuskan untuk menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi seluruh siswa.

"Hari ini Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena memang untuk keamanan itu harus diutamakan. Jadi anak-anak hari ini tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), tapi melalui PJJ," ujar Kepala Sekolah SDN Tebet Barat 08 Pagi, Daryono, seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2026).

Kronologi dan Penyebab Robohnya Tembok

Daryono menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan koordinator kelas dan guru untuk memberlakukan PJJ sejak mengetahui informasi tembok roboh pada Senin (4/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Tembok roboh disebabkan oleh kerusakan turap di bawahnya yang tidak mampu menahan tekanan air deras. Akibatnya, lima petak bangunan kantin juga ikut roboh. Rencananya, atap kantin akan diturunkan untuk menjaga keamanan. PJJ akan terus diberlakukan hingga proses perbaikan selesai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Instruksi dari pimpinan juga supaya atap-atap itu harus dalam keadaan diturunkan, sebab ini takutnya kan berbahaya juga buat anak-anak. Jadi kalau sudah rapi, sudah aman untuk anak, Insya Allah segera masuk," tambah Daryono.

Koordinasi dengan Dinas Terkait

Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk memperbaiki turap dan mengerahkan alat berat guna mengangkut puing-puing. "Target selesainya segera ya, karena memang ini untuk keamanan dan kenyamanan anak-anak," ucapnya.

Jam belajar di SDN Tebet Barat 08 Pagi adalah Senin-Kamis, dengan kelas bawah pukul 06.30-10.30 WIB dan kelas atas pukul 06.30-13.45 WIB.

Penyebab Tembok Roboh Menurut BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyatakan bahwa tembok roboh disebabkan oleh faktor usia bangunan yang materialnya sudah digunakan sejak 2015. Hasil asesmen menunjukkan tembok sudah tua dan lapuk, serta bagian bawah tembok terkikis air. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari akses jalan di sekitar area tersebut agar tidak membahayakan masyarakat.

Kejadian awal tembok roboh terjadi pada Senin (4/5) pukul 22.00 WIB dan ditangani pada pukul 22.30 WIB. Saat ini, penanganan masih berlangsung dengan pemasangan karung, terpal, dan pengangkutan puing bangunan. Petugas juga melakukan penopingan untuk mencegah pohon tumbang.

Pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsian. Koordinasi dengan unit kerja perangkat daerah (UKPD) terkait terus dilakukan. Kerugian masih dalam tahap pendataan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga