Pemerintah Sri Lanka memangkas harga bahan bakar minyak (BBM) hingga enam persen pada Selasa (30/6/2026). Langkah ini diambil setelah harga energi internasional turun tajam menyusul kesepakatan Amerika Serikat dan Iran untuk mengadakan pembicaraan guna mengakhiri konflik mereka.
Perusahaan Minyak milik negara, Petroleum Corporation, mengumumkan penurunan harga solar sebesar 25 rupee per liter menjadi 382 rupee (US$1,15), sementara harga bensin turun 20 rupee menjadi 414 rupee per liter. Pemotongan ini memberikan sedikit kelegaan bagi warga Sri Lanka yang selama berbulan-bulan harus menanggung beban harga energi tinggi.
Latar Belakang: Perang di Timur Tengah Picu Lonjakan Harga
Sebelumnya, Sri Lanka telah menaikkan harga bensin dan solar hampir 50 persen setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Tarif listrik juga dinaikkan sepertiga karena pihak berwenang berupaya menanggulangi kenaikan biaya impor. Sri Lanka sangat bergantung pada impor minyak dan batubara untuk pembangkit listrik.
Pemerintah Sri Lanka memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengancam pemulihan ekonomi yang rapuh. Dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/6/2026), pemerintah menyampaikan kepada Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa harga energi yang tinggi secara berkelanjutan dapat merusak upaya untuk keluar dari krisis ekonomi terburuk yang pernah dialami negara itu.
Peran IMF dalam Reformasi Energi
IMF telah memberikan pinjaman dana talangan sebesar US$2,9 miliar kepada Sri Lanka pada Maret 2023. Di bawah program reformasi yang didukung IMF, Sri Lanka diharuskan memastikan pemulihan biaya dalam penetapan harga bahan bakar dan listrik, serta membatasi subsidi yang membebani keuangan publik. Pemangkasan harga BBM kali ini tetap memperhatikan prinsip pemulihan biaya.
Sri Lanka gagal membayar utang luar negerinya sebesar US$46 miliar pada tahun 2022 setelah kehabisan devisa. Sejak itu, pemerintah menggunakan pinjaman dana talangan IMF untuk menstabilkan negara. Penurunan harga energi global diharapkan membantu mempercepat pemulihan ekonomi.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan turunnya harga BBM, biaya transportasi dan logistik diharapkan ikut menurun, yang dapat menekan inflasi. Namun, pemerintah tetap waspada terhadap potensi gejolak harga energi global jika konflik Timur Tengah kembali memanas. Masyarakat Sri Lanka berharap tren penurunan harga ini berlanjut seiring dengan perbaikan situasi geopolitik.



