Harga Plastik Melonjak 50% Akibat Perang AS-Israel vs Iran, Pramono Pastikan Stok di DKI Aman
Harga Plastik Naik 50% Gara-gara Perang, Stok DKI Dijamin Cukup

Harga Plastik Melonjak 50% Akibat Gangguan Impor dari Perang AS-Israel vs Iran

Harga berbagai produk plastik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan, dengan lonjakan mencapai hingga 50% di pasaran. Penyebab utamanya adalah gangguan arus perdagangan dunia akibat perang yang dipicu oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang berdampak pada impor bahan baku plastik ke Indonesia.

Pramono Anung Jamin Stok di DKI Jakarta Tetap Cukup

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi situasi ini dengan meminta warga Jakarta untuk tidak panik. Dalam kunjungannya ke Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4/2026), Pramono menyatakan bahwa stok kebutuhan utama warga, termasuk plastik, masih lebih dari cukup. "Nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih dari cukup," tegasnya.

Pramono juga menekankan bahwa kenaikan harga di Jakarta masih dalam batas wajar dan inflasi di ibu kota tetap terjaga dengan baik. "Kemudian mengenai beberapa apa ada kenaikan, tapi di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik," ujarnya. Pernyataan ini bertujuan untuk meredam kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan barang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ketergantungan Impor Bahan Baku Jadi Faktor Pendorong

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengonfirmasi bahwa kenaikan harga plastik terjadi karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku plastik. Gangguan akibat perang AS-Israel vs Iran telah memicu ketidakstabilan pasokan global.

Reynaldi menjelaskan bahwa kenaikan harga sudah terpantau sejak memasuki bulan suci Ramadan, dengan puncaknya mencapai 50%. "Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan harga plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya yang kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50%," kata Reynaldi kepada media pada Minggu (5/4).

Sebagai contoh, harga plastik kresek yang sebelumnya Rp 10.000 per pak kini melonjak menjadi Rp 15.000. Sementara itu, jenis plastik lainnya mengalami kenaikan dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per pak. Data ini menunjukkan dampak nyata dari konflik internasional terhadap ekonomi domestik, khususnya di sektor ritel dan konsumen.

Dengan situasi ini, pemerintah daerah seperti DKI Jakarta terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok untuk memastikan kestabilan pasar. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memperburuk kondisi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga