KOMPAS.com - Pemadaman listrik bergilir di kawasan perkotaan Sukabumi belakangan menjadi perhatian warga karena berdampak pada aktivitas rumah tangga hingga layanan publik. Namun, di pelosok Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dua rumah dan satu mushala milik Sarnuh tetap terang meski tidak bergantung pada pasokan listrik dari PLN.
Kreativitas Mbah Sarnuh
Warga yang akrab disapa Mbah Sarnuh itu memanfaatkan aliran air di sekitar tempat tinggalnya sebagai sumber energi mandiri. Melalui kincir air sederhana yang terhubung dengan dinamo, aliran air diubah menjadi energi listrik, lalu disalurkan ke rumah dan mushala melalui jaringan kabel.
Manfaat dan Dampak
Dengan sistem ini, Mbah Sarnuh tidak perlu khawatir saat pemadaman listrik terjadi. Energi yang dihasilkan cukup untuk menerangi dua rumah dan satu mushala, serta mendukung aktivitas sehari-hari seperti menyalakan lampu dan peralatan elektronik sederhana. Inisiatif ini menjadi contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan di tingkat rumah tangga.
Baca juga: Daftar Alat Elektronik yang Bikin Token Listrik Cepat Habis Selain AC
Keberhasilan Mbah Sarnuh memanfaatkan aliran air sebagai sumber listrik mandiri diharapkan dapat menginspirasi warga lain di daerah terpencil yang masih kesulitan akses listrik dari PLN. Pemerintah setempat juga diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pengembangan energi alternatif serupa.



