Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor pelemahan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rupiah menembus level psikologis Rp 18.000 per dollar Amerika Serikat (AS).
Level Terendah Sepanjang Masa
Di pasar spot, rupiah dibuka pada level Rp 17.983 per dollar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda terus berlanjut hingga pada pukul 09.04 WIB, rupiah menembus level Rp 18.000 dan berada di posisi Rp 18.004 per dollar AS. Pelemahan berlanjut hingga pukul 09.28 WIB, ketika rupiah menyentuh level Rp 18.029 per dollar AS. Secara intraday, posisi tersebut menjadi level terburuk rupiah sepanjang sejarah.
Faktor Pendorong Pelemahan
Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penguatan dollar AS di pasar global, ketidakpastian ekonomi global, serta sentimen negatif terhadap pasar keuangan domestik. Para analis memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengambil langkah-langkah stabilisasi guna menjaga perekonomian nasional.



