Linimasa media sosial X ramai membahas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut. Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 09.56 WIB, rupiah berada di level Rp 17.717 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 49 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.668 per dolar AS.
Pelemahan Sejak Awal Kepemimpinan Prabowo
Tren penurunan rupiah ini terjadi sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Banyak warganet yang menyuarakan kekhawatiran mereka di media sosial. Mereka khawatir bahwa pelemahan ini akan semakin parah dan nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp 25.000 per dolar AS pada periode Juli hingga Agustus 2026.
Kekhawatiran Warganet
Diskusi di media sosial menunjukkan bahwa isu ini menjadi perhatian publik. Warganet mengungkapkan kecemasan mereka terhadap dampak pelemahan rupiah terhadap perekonomian, seperti kenaikan harga barang impor dan biaya hidup. Beberapa bahkan berspekulasi bahwa jika tren ini berlanjut, rupiah bisa menyentuh level psikologis Rp 25.000.
Meskipun demikian, analis ekonomi mengingatkan bahwa fluktuasi nilai tukar adalah hal yang wajar dalam perekonomian global. Faktor eksternal seperti kebijakan moneter AS dan kondisi geopolitik turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan pasar.



