Kisah Saryati Sukses Bisnis Brambang Goreng Tembus Bandara
Kisah Saryati Sukses Bisnis Brambang Goreng Tembus Bandara

Di sudut rumah di Malangjiwan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Saryati sibuk mengawasi proses penggorengan bawang merah setiap hari. Aroma wangi gorengan bawang merah, atau dalam bahasa Jawa disebut "brambang", memenuhi seluruh penjuru rumah. Bisnis rumahan bernama SW Brambang Goreng Jawa ini bermula dari ketidaksengajaan di akhir tahun 2019.

Dari Kesibukan Sampingan Menjadi Peluang Bisnis

Sebagai ibu rumah tangga, niat awal Saryati sederhana: mencari kesibukan sampingan setelah anak-anaknya beranjak dewasa. Ia mulai menggoreng bawang merah untuk dijual ke tetangga dan kerabat. Tanpa disangka, permintaan terus meningkat. "Awalnya hanya iseng, ternyata banyak yang suka. Saya jadi semangat untuk terus produksi," ujar Saryati.

Dalam waktu singkat, produk brambang goreng buatannya dikenal luas. Kualitas rasa yang gurih dan renyah menjadi daya tarik utama. Saryati pun mulai memasarkan produknya secara online dan mengikuti berbagai pameran UMKM.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tembus Pasar Premium dan Bandara

Perjuangan Saryati membuahkan hasil. SW Brambang Goreng Jawa kini berhasil menembus toko oleh-oleh premium hingga bandara. Produknya tersedia di beberapa titik di Bandara Adisumarmo Solo. Menurut Saryati, kunci suksesnya adalah menjaga konsistensi rasa dan kemasan yang menarik. "Kami selalu memastikan kualitas terbaik. Alhamdulillah, sekarang sudah dipercaya oleh banyak toko besar," tambahnya.

Bisnis ini juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Saryati mempekerjakan tetangga untuk membantu proses produksi, mulai dari mengupas hingga mengemas. Setiap hari, ia mampu memproduksi hingga 50 kilogram bawang merah goreng.

Omzet Puluhan Juta per Bulan

Dari bisnis rumahan ini, Saryati mengaku omzetnya mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Ia bersyukur karena usahanya terus berkembang meski sempat terhambat pandemi. "Dulu pas Covid-19 sempat turun, tapi sekarang sudah balik lagi. Malah makin ramai," ungkapnya.

Ke depannya, Saryati berencana memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar Jawa. Ia juga ingin memberdayakan lebih banyak ibu rumah tangga di desanya. "Semoga bisa jadi inspirasi bahwa dari dapur kita bisa sukses," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga