Kisah UMKM Dirasa: Berkat Pelatihan Rumah BUMN BRI, Serundeng Krispi Tembus Eropa
UMKM Dirasa Tembus Eropa Berkat Pelatihan Rumah BUMN BRI

Jakarta - Rumah berkelir putih itu menjadi saksi bisu perjuangan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tengah mengikuti pelatihan pada Senin (18/5) sore. Dian, salah satu peserta, baru saja turun dari lantai dua setelah menghadiri kelas keuangan sejak siang. Pemilik merek dagang 'Dirasa' ini menceritakan kepada detikcom bagaimana usahanya berkembang pesat berkat pelatihan di Rumah BUMN BRI, Jakarta Barat.

Dari Karyawan Kantoran Menjadi Pengusaha Kuliner

Sebelum terjun ke dunia kuliner, Dian menghabiskan hampir 20 tahun sebagai pekerja kantoran, termasuk di bagian marketing asuransi. Meski berlatar belakang pendidikan kejuruan, ia yakin bisa sukses di bisnis makanan. Kini, ia menjual hampir 20 produk, mayoritas kue kering dan makanan ringan. Produk andalannya adalah serundeng krispi yang menurutnya unik dan minim pesaing.

"Ada 20 produk yang Ibu jual, di antaranya kue kering dan makanan. Serundeng krispi mungkin satu-satunya di Indonesia. Kenapa saya mau mengembangkan produk tersebut karena belum terlalu banyak saingan dan termasuk produk yang unik," ujar Dian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serundeng Krispi Tembus Pasar Eropa dan Abu Dhabi

Kualitas produk Dian telah diakui hingga mancanegara. Minggu lalu, produknya berhasil lolos kurasi dari buyer asal Abu Dhabi. Sebelumnya, produk Dirasa juga telah dibawa ke Eropa dan mendapat repeat order. "Minggu lalu produk Ibu pernah dikurasi dengan buyer dari Abu Dhabi dan lolos. Sebelumnya juga sudah dibawa pendamping saya dari salah satu grup ke Eropa dan Abu Dhabi dan alhamdulillah dapat repeat order," tutur Dian sambil menunjukkan foto produknya di Eropa.

Produk Dian kerap tampil di berbagai pameran. Dalam obrolan, ia beberapa kali memperlihatkan foto bersama tokoh dan pejabat, termasuk eks Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno yang memegang serundeng krispi Dirasa. Sandiaga, kata Dian, menyukai rasa serundengnya dan menyarankan agar kemasan diubah dari plastik transparan menjadi lebih menarik. Saran itu diikuti dan usaha Dian pun makin berkembang.

Bergabung dengan Rumah BUMN BRI, Merasakan Manfaat QRIS

Dian bergabung dengan Rumah BUMN BRI di Jakarta Barat setelah ditawari menabung dan pembuatan QRIS gratis. Kini, ia menggunakan QRIS untuk memisahkan pemasukan usaha dari keuangan pribadi, sehingga lebih teratur. "Awalnya saya ditawari untuk menabung karena di situ ditawarkan untuk membuat QRIS-nya gratis makanya saya tertarik ikut jadi anggota di sini. Akhirnya dengan QRIS tersebut Ibu setiap transaksi dengan digital Ibu alhamdulillah terbantu. Jadi untuk QRIS sendiri Ibu gunakan untuk kalau ada pemasukan uang, terutama kalau ada penjualan. Jadi tidak dicampurkan dengan keuangan pribadi, lebih teratur," jelas Dian.

Selama dua tahun lebih mengikuti program Rumah BUMN BRI, Dian merasakan manfaat nyata. Pelatihan yang diberikan membantu meningkatkan kualitas usahanya. "Sering. Sudah dua tahun. Ibu senang karena di Rumah BUMN itu kita berjualan lebih punya kualitas. Kita selalu mendapatkan ilmu yang dulunya tidak pernah didapatkan. Kalau di Rumah BUMN kan selalu ada pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan bisnis kita. Terima kasih karena sudah memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat," ujarnya.

Bantuan Kemasan dari BRI

BRI juga membantu Dian dalam hal kemasan. Saat awal berganti kemasan, ia mendapat bantuan 500 bungkus kemasan baru. "Awal ganti packaging, Ibu pernah dibantu dari BRI 500 pieces, itu sangat kebetulan sekali mau ganti mendapat rejeki dari BRI. Setelah habis, Ibu lanjut pesan ke pabrik kemasan sendiri," kata Dian.

Rumah BUMN BRI: Inkubator UMKM Naik Kelas

Rumah BUMN BRI merupakan wadah inkubasi bagi UMKM binaan BRI. Melalui pelatihan, akses permodalan, dan perluasan pasar, UMKM didorong untuk naik kelas. Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, mengatakan bahwa pelaku UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam keterampilan kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar. "Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga