Keberlanjutan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era disrupsi digital tidak bisa lagi bergantung pada model pengelolaan lama yang berjalan sendiri-sendiri. Menghadapi kompetisi pasar yang semakin ketat, pelaku usaha lokal dituntut untuk naik kelas melalui penguasaan aspek legalitas proteksi produk, manajemen finansial yang akuntabel, hingga adaptasi teknologi pemasaran terintegrasi.
UT Luncurkan Program PKM Nasional 2026
Menjawab tantangan multidimensi tersebut, Universitas Terbuka (UT) meluncurkan terobosan strategis melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional 2026 bagi Perkumpulan UMKM Kademangan, Setu. Acara peluncuran berlangsung di Aula Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan pada Rabu, 17 Juni 2026. Langkah ini menjadi perwujudan nyata dari konsep triple helix, yaitu orkestrasi sinergis yang mempertemukan kepakaran akademik perguruan tinggi, dukungan struktural pemerintah daerah, dan ketangkasan pelaku usaha di lapangan.
Dukungan Pemerintah dan Akademisi
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kapasitas UMKM di wilayah Kademangan. Dengan adanya pendampingan dari UT dan dukungan dari Dinas Koperasi dan UKM, para pelaku usaha dapat mengakses pelatihan dan sumber daya yang diperlukan untuk bersaing di era digital. Konsep triple helix memastikan bahwa setiap pihak berkontribusi sesuai perannya masing-masing, menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM.
Menurut perwakilan UT, program PKM Nasional 2026 ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil UMKM, termasuk dalam hal legalitas produk, pembukuan keuangan, dan pemasaran digital. Dengan demikian, UMKM Kademangan diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usahanya.



