HYBE, agensi yang menaungi BTS, mencatat lonjakan pendapatan signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Hal ini seiring dengan comeback grup idola tersebut yang berhasil mendongkrak kinerja keuangan perusahaan.
Pendapatan Melonjak 39,5 Persen
Dalam laporan keuangan terbaru, HYBE membukukan pendapatan sebesar 698,3 miliar won atau sekitar Rp 7,7 triliun. Angka ini melonjak 39,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk kuartal pertama yang biasanya tergolong sepi bagi industri musik Korea Selatan.
Baca juga: Netflix Gagal Dapat Sponsor untuk Konser Comeback BTS, Meski Ditonton 18,4 Juta Orang
Rugi Operasional Rp 3 Triliun
Meskipun pendapatan melesat, HYBE justru mencatat kerugian operasional yang cukup besar. Perusahaan mengalami rugi operasional sebesar Rp 3 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa di balik kesuksesan comeback BTS, masih ada tantangan finansial yang harus dihadapi HYBE.
Faktor yang Mempengaruhi
Kenaikan pendapatan terutama didorong oleh aktivitas comeback BTS yang meliputi penjualan album, konser, dan konten digital. Namun, biaya produksi yang tinggi serta investasi dalam pengembangan artis baru dan ekspansi global diduga menjadi penyebab kerugian operasional. Meski demikian, HYBE optimistis dapat memperbaiki kinerja keuangan pada kuartal-kuartal berikutnya.



