Film The Devil Wears Prada 2 Diboikot China, Karakter Jin Chao Dituduh Rasis
The Devil Wears Prada 2 Diboikot China, Karakter Dituduh Rasis

Film The Devil Wears Prada 2 Diboikot China, Karakter Jin Chao Dituduh Rasis

Film The Devil Wears Prada 2 tengah menghadapi gelombang kontroversi yang signifikan menjelang perilisannya, setelah muncul seruan boikot yang kuat dari warganet China. Menurut laporan dari berbagai media lokal di China, kritik ini bermula dari sebuah cuplikan video resmi yang diunggah oleh 20th Century Studios di platform YouTube.

Kontroversi Mengenai Karakter Jin Chao

Video tersebut menampilkan karakter pendukung asal China bernama Jin Chao, yang diperankan oleh aktris keturunan China-Amerika, Helen J. Shen. Karakter ini diceritakan sebagai lulusan universitas ternama Yale dan bekerja sebagai asisten untuk tokoh utama Andrea Sachs, yang diperankan kembali oleh Anne Hathaway. Namun, penampilan Jin Chao dalam cuplikan itu dinilai oleh banyak penonton China mengandung unsur rasis, memicu reaksi keras di media sosial.

Seruan boikot dengan cepat menyebar di platform-platform populer seperti Weibo, di mana pengguna mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap penggambaran karakter tersebut. Beberapa komentar menyebutkan bahwa Jin Chao disajikan dengan stereotip yang tidak sensitif, yang dianggap merendahkan masyarakat China. Hal ini telah menimbulkan debat panas mengenai representasi budaya dalam industri film Hollywood.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak pada Rilis Film

Kontroversi ini datang pada waktu yang krusial, hanya beberapa minggu sebelum jadwal rilis film yang dinantikan banyak penggemar. Produser dan studio kini menghadapi tekanan untuk menanggapi isu ini, dengan kemungkinan revisi adegan atau penjelasan lebih lanjut. Sebelumnya, film ini juga telah mengalami perubahan lain, seperti pembatalan penampilan Sydney Sweeney karena adegan yang dihapus dinilai rasis, menambah daftar masalah yang dihadapi produksi.

Analis industri memprediksi bahwa boikot dari pasar China, yang merupakan salah satu pasar film terbesar di dunia, dapat berdampak serius pada pendapatan box office film ini. Studio 20th Century Studios belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini, namun sumber internal mengindikasikan bahwa mereka sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk meredakan ketegangan.

Film The Devil Wears Prada 2, yang merupakan sekuel dari film sukses tahun 2006, diharapkan dapat menarik perhatian global, tetapi kontroversi ini mungkin mengubah narasi seputar peluncurannya. Penggemar dan kritikus sama-sama menunggu perkembangan lebih lanjut untuk melihat bagaimana studio akan menangani situasi yang sensitif ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga