Mark Ruffalo, aktor terkenal Hollywood, kembali menyoroti kekhawatiran di balik merger raksasa media Paramount dan Warner Bros. Meskipun ia berhasil mengumpulkan hampir 5.000 tanda tangan untuk menentang penggabungan tersebut, Ruffalo juga menyadari bahwa banyak artis Hollywood yang enggan berbicara terbuka mengenai isu ini.
Opini Bersama di The New York Times
Dalam sebuah opini yang ditulis bersama direktur riset American Economic Liberties Project, Matt Stoller, dan diterbitkan di The New York Times, Ruffalo mengungkapkan bahwa banyak bintang Hollywood menolak menandatangani surat terbuka yang bertujuan memblokir merger Paramount dan Warner Bros. Alasan di balik penolakan tersebut bukan karena ketidaksetujuan, melainkan karena rasa takut.
Ketakutan yang Tersembunyi
Ruffalo dan Stoller menulis, "Hal yang paling terlihat tentang surat itu bukanlah orang-orang yang menandatanganinya. Melainkan orang-orang yang tidak menandatanganinya. Bukan karena mereka tidak setuju, tetapi karena mereka takut." Ketakutan ini, menurut mereka, berasal dari kekhawatiran akan dampak negatif terhadap karier para artis jika mereka bersuara menentang merger besar-besaran tersebut.
Merger antara Paramount dan Warner Bros. dipandang akan menciptakan monopoli yang merugikan industri hiburan. Ruffalo, yang dikenal vokal dalam berbagai isu sosial dan politik, menekankan pentingnya keberanian untuk berbicara demi menjaga keberagaman dan persaingan sehat di Hollywood.
Dengan opini ini, Ruffalo berharap dapat mendorong lebih banyak artis untuk berani menyuarakan pendapat mereka, meskipun ada risiko yang mengintai. Ia juga mengajak publik untuk lebih kritis terhadap konsolidasi media yang semakin masif.



