Aktris Prilly Latuconsina membagikan pengalaman pahitnya saat menjalani karier di dunia sinetron pada awal kemunculannya di industri hiburan. Prilly mengungkapkan kondisi kerja saat itu jauh dari ideal. Ia menyebut tidak ada kejelasan jam kerja, bahkan proses syuting bisa berlangsung hampir tanpa henti demi mengejar tayang.
Jam Kerja Tanpa Batas
“Dulu kita enggak punya jam kerja. Benar-benar bisa 24 jam syuting untuk kejar tayang,” ujar Prilly dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Selasa (5/5/2026). Hal ini menunjukkan betapa beratnya beban kerja yang harus ditanggung para pemain sinetron pada masa itu.
Tidak Bisa Protes, Risiko Kehilangan Peran
Menurut Prilly, saat itu para pemain juga tidak memiliki ruang untuk menyuarakan keberatan, baik terkait jam kerja maupun kondisi mental. Jika berani protes, mereka berisiko kehilangan peran. “Kita enggak bisa protes, karena takut kehilangan pekerjaan,” tambahnya.
Prilly juga menyoroti dampak psikologis dari tekanan tersebut. Ia mengaku sering merasa kelelahan dan stres, namun harus tetap profesional. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih memperhatikan keseimbangan hidup dan kesehatan mental di kemudian hari.
Kini, Prilly bersyukur industri hiburan mulai berbenah. Jam kerja lebih teratur dan hak-hak pemain lebih dihormati. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi inspirasi bagi aktor muda untuk berani bersuara demi kondisi kerja yang lebih baik.



