Bantal Basah Akibat Air Liur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Bantal Basah karena Air Liur? Ini Penyebabnya

Produksi Air Liur yang Normal

Bangun tidur dan mendapati bantal basah karena air liur adalah kejadian yang cukup lazim. Air liur sebenarnya memiliki fungsi vital bagi tubuh, mulai dari membantu menelan makanan, melindungi gigi dari kerusakan, hingga mengendalikan kuman penyebab penyakit.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Pennsylvania, Dr. Mark Wolff, tubuh manusia memproduksi sekitar 0,5 hingga 1,5 liter air liur setiap hari. "Tanpa air liur, kita akan mengalami masalah," ujarnya, seperti dilansir dari laman Channel News Asia pada Sabtu (14/6/2026).

Penyebab Bantal Basah saat Tidur

Air liur yang keluar berlebihan saat tidur bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Posisi tidur, misalnya tidur menyamping atau tengkurap, dapat menyebabkan air liur mengalir keluar dari mulut. Selain itu, kondisi medis seperti alergi, sinusitis, atau refluks asam lambung juga bisa memicu produksi air liur berlebih.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dr. Wolff menambahkan bahwa penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan atau antihistamin, dapat memengaruhi produksi air liur. Stres dan gangguan kecemasan juga berperan dalam meningkatkan produksi air liur saat tidur.

Dampak dan Cara Mengatasi

Meskipun umum, bantal yang basah karena air liur dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri atau jamur pada bantal. Untuk mengatasinya, disarankan untuk mengganti sarung bantal secara rutin, menggunakan bantal anti air, atau mengubah posisi tidur.

Jika produksi air liur berlebihan terus terjadi dan mengganggu, konsultasikan dengan dokter gigi atau dokter umum untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Perawatan seperti terapi bicara, latihan otot mulut, atau penggunaan obat-obatan tertentu mungkin direkomendasikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga