Unggahan di media sosial yang menyebut bau keringat dapat menjadi tanda berbagai penyakit viral di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @yo*********id pada Kamis (2/4/2026), disebutkan aroma keringat tertentu bisa menandakan kondisi kesehatan, mulai dari dehidrasi, diabetes, hingga gangguan organ dalam.
Klaim yang Beredar
Beberapa klaim yang beredar di antaranya, keringat berbau pesing disebut sebagai tanda dehidrasi berat. Sementara itu, bau manis seperti buah fermentasi dikaitkan dengan diabetes. Ada pula klaim bahwa bau anyir seperti logam atau darah menandakan gangguan hati. Bau keringat seperti bawang disebut berkaitan dengan stres atau konsumsi makanan tertentu seperti jengkol dan kari.
Meskipun klaim-klaim tersebut menarik perhatian, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua perubahan bau keringat langsung mengindikasikan penyakit serius. Faktor lain seperti makanan, obat-obatan, dan kebersihan diri juga dapat memengaruhi aroma keringat.
Penjelasan Medis
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Kurniawan, Sp.PD, menjelaskan bahwa bau keringat memang bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan kesehatan, tetapi bukan merupakan diagnosis pasti. "Misalnya, bau amonia atau pesing bisa terjadi pada dehidrasi berat atau gangguan ginjal. Bau manis seperti buah bisa terkait dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol. Namun, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa bau anyir logam bisa muncul pada gangguan hati atau ginjal, tetapi juga bisa akibat konsumsi suplemen zat besi. Sementara itu, bau seperti bawang sering kali disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi sulfur seperti bawang putih, jengkol, atau kari.
Kapan Harus Waspada?
Menurut dr. Andi, masyarakat perlu waspada jika perubahan bau keringat disertai gejala lain seperti penurunan berat badan drastis, kelelahan kronis, atau perubahan warna urine. "Jika bau keringat berubah secara tiba-tiba dan menetap, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut," sarannya.
Selain itu, menjaga kebersihan tubuh dan mengonsumsi makanan sehat dapat membantu mengurangi risiko bau keringat yang tidak sedap. Olahraga teratur dan minum air putih yang cukup juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dengan demikian, klaim viral tersebut perlu disikapi dengan bijak. Informasi medis yang akurat sebaiknya diperoleh dari sumber terpercaya, bukan semata-mata dari media sosial.



