Ramai Istilah Ultra Processed Food, Ahli Minta Masyarakat Hati-Hati
Ramai Istilah Ultra Processed Food, Ahli Minta Hati-Hati

Belakangan ini, istilah ultra processed food atau makanan ultraproses menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Para ahli gizi pun angkat bicara dan meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi jenis makanan ini. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ultra processed food dan mengapa para ahli mengkhawatirkannya?

Apa Itu Ultra Processed Food?

Menurut para ahli, ultra processed food adalah makanan yang telah melalui proses industri yang ekstensif. Makanan ini biasanya mengandung banyak bahan tambahan seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna, dan perisa. Contohnya termasuk minuman ringan bersoda, camilan kemasan, sereal manis, dan makanan beku siap saji. Proses pengolahan yang berlebihan ini seringkali menghilangkan serat, vitamin, dan mineral alami dari bahan dasarnya.

Mengapa Ahli Meminta Masyarakat Hati-Hati?

Para ahli gizi memperingatkan bahwa konsumsi ultra processed food secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi makanan ultraproses berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan bahkan kanker. Selain itu, makanan ini cenderung tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, namun rendah nutrisi penting.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dr. Anita, seorang ahli gizi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa banyak masyarakat belum menyadari bahaya dari makanan ultraproses. “Masyarakat perlu lebih cermat dalam membaca label kemasan dan memilih makanan yang lebih alami,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan segar seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh.

Tips Mengurangi Konsumsi Ultra Processed Food

  • Baca label kemasan: Perhatikan daftar bahan dan hindari produk dengan banyak bahan tambahan yang tidak dikenal.
  • Pilih makanan segar: Usahakan untuk memasak sendiri dengan bahan-bahan segar daripada membeli makanan siap saji.
  • Kurangi camilan kemasan: Ganti camilan tidak sehat dengan kacang-kacangan, buah segar, atau yogurt.
  • Perhatikan minuman: Batasi konsumsi minuman bersoda dan manis; pilih air putih atau teh tanpa gula.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih makanan. Para ahli terus mengingatkan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan makan dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga