Penggunaan minyak goreng secara berulang masih menjadi praktik umum, baik di rumah tangga maupun pelaku usaha makanan. Alasannya sederhana, yaitu lebih hemat dan praktis. Namun di balik itu, terdapat potensi risiko kesehatan yang sering kali diabaikan. Minyak goreng yang dipakai berulang kali dapat mengalami perubahan kimia yang berdampak pada kualitas makanan dan kesehatan tubuh.
Apa Saja Tanda Minyak Goreng Harus Diganti?
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa minyak goreng sudah tidak layak pakai. Pertama, perubahan warna menjadi lebih gelap atau kecokelatan. Kedua, munculnya bau tengik atau aroma tidak sedap. Ketiga, munculnya asap saat dipanaskan pada suhu yang lebih rendah dari biasanya. Keempat, tekstur minyak menjadi lebih kental atau berbusa saat digunakan. Jika salah satu tanda ini muncul, segera ganti minyak goreng dengan yang baru.
Bahaya Penggunaan Minyak Goreng Berulang
Minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat mengandung senyawa berbahaya seperti akrolein, peroksida, dan asam lemak trans. Senyawa-senyawa ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, dan gangguan metabolisme. Selain itu, minyak bekas pakai juga dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh dan kerusakan organ hati.
Perubahan Kimia pada Minyak Goreng
Dirangkum dari Singapore Food Agency, saat digunakan untuk menggoreng, terutama pada suhu tinggi, minyak mengalami reaksi kimia yang mengubah sifat aslinya. Reaksi hidrolisis, oksidasi, dan polimerisasi terjadi secara bertahap. Hidrolisis memecah trigliserida menjadi asam lemak bebas, oksidasi menghasilkan peroksida dan senyawa volatil, sedangkan polimerisasi membentuk senyawa berantai panjang yang meningkatkan kekentalan minyak. Semakin sering minyak dipanaskan, semakin tinggi konsentrasi senyawa berbahaya tersebut.
Cara Mengurangi Risiko
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat penggunaan minyak goreng berulang, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, gunakan minyak goreng maksimal tiga kali pemakaian. Kedua, saring minyak setelah digunakan untuk menghilangkan sisa makanan. Ketiga, simpan minyak di tempat tertutup dan hindari paparan sinar matahari langsung. Keempat, perhatikan suhu penggorengan; jangan terlalu tinggi. Kelima, pilih minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kelapa sawit atau minyak kanola. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, risiko kesehatan dapat diminimalkan.



