Ular Weling dan Welang: Perbedaan, Ciri, dan Bahaya Bisanya
Ular Weling dan Welang: Perbedaan, Ciri, dan Bahaya

Ular weling dan ular welang merupakan dua jenis ular berbisa yang sering disamakan. Keduanya termasuk dalam golongan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Meski sekilas mirip, terdapat perbedaan signifikan antara keduanya, mulai dari ciri fisik hingga tingkat bahaya bisanya.

Perbedaan Ciri Fisik

Ular weling memiliki tubuh berwarna hitam dengan belang putih atau kuning yang melingkar. Sedangkan ular welang memiliki pola belang hitam dan putih yang lebih kontras dan tegas. Ular welang cenderung lebih besar dan panjang dibandingkan ular weling.

Habitat dan Perilaku

Kedua ular ini banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Mereka lebih sering bersembunyi di celah-celah batu, kayu, atau lubang tanah. Pada malam hari, mereka aktif berburu mangsa seperti tikus, kadal, dan katak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Efek Bisa pada Manusia

Bisa kedua ular tersebut bersifat neurotoksik, yaitu menyerang sistem saraf. Menurut laporan Kompas.com (12/5/2023), gejala akibat gigitan ular weling meliputi paralisis, mual, sakit kepala, sakit perut, muntah, diare, pusing, hingga kematian. Ular welang juga memiliki bisa yang mematikan dengan efek serupa.

Penanganan Gigitan

Jika tergigit ular weling atau welang, segera cari pertolongan medis. Jangan melakukan tindakan seperti menyedot luka atau memotong bagian yang tergigit. Imobilisasi anggota tubuh yang tergigit dan segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan serum anti bisa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga