Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menyelenggarakan Pekan Jamu 2026 yang berlangsung pada tanggal 2 hingga 7 Juni 2026. Acara ini bertujuan untuk memperlihatkan kekayaan keanekaragaman hayati herbal yang dimiliki Indonesia, yang siap untuk bersaing di pasar global.
Potensi Besar Herbal Indonesia
Dilansir dari Antara pada Kamis (4/6/2026), Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa Indonesia memiliki sekitar 75 persen dari total keanekaragaman hayati herbal dunia. Hal ini menunjukkan betapa besarnya potensi kekayaan alam nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Tidak hanya berupa tanaman obat, kekayaan ini juga mencakup budaya jamu yang telah diwariskan secara turun-temurun dan dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Mendorong Daya Saing Global
Melalui Pekan Jamu 2026, BPOM berupaya untuk mendorong produk herbal Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan regulasi yang tepat, diharapkan jamu dan produk herbal lainnya dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di pasar global.
Acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan memanfaatkan kekayaan hayati herbal secara berkelanjutan. Berbagai kegiatan seperti pameran, seminar, dan workshop akan digelar untuk memperkenalkan inovasi terbaru dalam pengolahan jamu serta manfaatnya bagi kesehatan.
Dengan digelarnya Pekan Jamu 2026, diharapkan masyarakat semakin sadar akan potensi besar yang dimiliki Indonesia di bidang herbal, serta mendorong pengembangan industri jamu yang lebih maju dan berdaya saing.



