Banggar DPR dan Kepala BGN Bahas Program Makan Bergizi Gratis dan Sensitivitas Fiskal
Banggar DPR dan Kepala BGN Bahas MBG dan Sensitivitas Fiskal

Banggar DPR dan Kepala BGN Gelar Rapat Bahas Program Makan Bergizi Gratis

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menggelar pertemuan di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4/2026). Rapat ini difokuskan untuk mendalami pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di seluruh Indonesia.

Kedatangan Kepala BGN dan Agenda Rapat

Kepala BGN, Dadan Hindayana, tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung memasuki ruangan Banggar DPR RI tanpa memberikan pernyataan kepada media. Said Abdullah menjelaskan bahwa pertemuan ini bukan rapat tertutup, melainkan forum berbagi informasi antara pimpinan Banggar dan jajaran BGN.

"Kami bertemu dengan pimpinan Banggar untuk sharing information dengan kepala BGN dan wakilnya. Yang dibahas adalah sejauh mana pelaksanaan program MBG," ujar Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pencapaian dan Kendala dalam Program MBG

Dalam rapat tersebut, Dadan Hindayana memaparkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk lebih dari 26.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Banggar DPR menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini, namun juga menyoroti berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

"Nah, memang harus diakui bahwa di dalam realisasinya ada kendala-kendala sebagaimana kita tahu semua. Dan Kepala BGN punya komitmen untuk menyelesaikan pada aspek-aspek penegakan tata kelolanya," kata Said Abdullah.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah SPPG telah dicabut atau ditangguhkan karena tidak melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan benar. Hal ini menjadi perhatian serius dalam memastikan efektivitas program MBG.

Sensitivitas Fiskal dan Penajaman Anggaran

Said Abdullah menekankan pentingnya koordinasi antara lembaga pemerintah dan Banggar DPR RI dalam membahas penyerapan anggaran, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dipengaruhi oleh konflik Timur Tengah. Ia menyoroti perlunya sensitivitas fiskal untuk menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

"Kami memang dalam kondisi sebagaimana minggu lalu saya sampaikan, bahwa kita harus punya sensitivitas yang sama terhadap berbagai tekanan fiskal. Ayo bareng sharing, lakukan penajaman prioritas," imbuhnya.

Lebih lanjut, Said mengapresiasi kontribusi BGN dalam melakukan penajaman anggaran, yang berhasil menghemat hingga Rp 20 triliun. Langkah ini dianggap sebagai bentuk respons yang nyata terhadap tantangan fiskal saat ini.

Komitmen dan Langkah Ke Depan

Rapat ini menegaskan komitmen bersama antara Banggar DPR dan BGN untuk memperbaiki tata kelola program MBG, mengatasi kendala di lapangan, dan mengoptimalkan anggaran dengan prioritas yang lebih tajam. Diharapkan, kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program gizi nasional untuk kepentingan masyarakat luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga