KOMPAS.com - Stroke dapat menyerang siapa saja tanpa pandang waktu. Berdasarkan data statistik, di Amerika Serikat (AS) bahkan terjadi serangan stroke setiap 40 detik, dan setiap 3 menit 14 detik, seseorang meninggal dunia akibat penyakit ini. Meskipun bukan hal yang harus diratapi secara berlebihan, kesadaran akan bahaya stroke sangat penting untuk selalu diingat.
Langkah Pencegahan Stroke
Salah satu langkah preventif yang bisa dilakukan adalah menghindari gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan malas bergerak, merokok, mengabaikan masalah kesehatan, dan mengonsumsi alkohol. Dengan menerapkan pola hidup sehat, risiko terkena stroke dapat diminimalkan secara signifikan.
Mengenal Gejala Stroke dengan Metode BE FAST
Masyarakat umumnya mengenali gejala umum stroke melalui metode BE FAST, yang merupakan akronim dari:
- B (Balance): Gangguan keseimbangan, seperti pusing atau kesulitan berjalan.
- E (Eyesight): Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur atau hilangnya penglihatan pada satu mata.
- F (Facial drooping): Wajah terkulai, terutama pada satu sisi, yang terlihat saat tersenyum.
- A (Arm weakness): Kelemahan lengan, biasanya pada satu sisi, sehingga sulit mengangkat lengan.
- S (Speech): Kesulitan bicara, seperti bicara cadel atau tidak jelas.
- T (Time): Waktu darurat untuk segera ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut, serta sakit kepala yang sangat hebat.
Mengenali gejala stroke secara dini sangat penting untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin, sehingga dapat mengurangi risiko kecacatan atau kematian. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala BE FAST, segera hubungi layanan darurat medis.



