Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus (72) yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kabar duka ini disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh Hasan Afandi, dalam keterangan tertulis pada Jumat (22/5).
Kronologi Penemuan
Jenazah Muhammad Firdaus ditemukan setelah proses pencarian intensif yang melibatkan otoritas Arab Saudi dan petugas haji Indonesia. "Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat," ujar Hasan Afandi.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," sambungnya.
Badal Haji Disiapkan
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji. "Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," jelas Hasan.
Imbauan untuk Jemaah dan Petugas
Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Menurutnya, setiap jemaah dan petugas perlu lebih peka apabila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
"Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter," imbaunya.
Hasan mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jemaah yang membutuhkan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.
"Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya," tegasnya.
Bantuan untuk Jemaah
Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang membutuhkan bantuan agar tidak sungkan menyampaikan kondisi dan kebutuhannya kepada petugas. Hasan menegaskan, petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci," katanya.
Ucapan Terima Kasih
Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.
Kronologi Hilangnya Firdaus
Firdaus dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5), setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap di kawasan sektor 9 Makkah, Arab Saudi. Keluarga menyebut, Firdaus pergi tanpa membawa identitas maupun alat komunikasi. Kondisi itu membuat proses pencarian menjadi lebih sulit karena sang jemaah tidak membawa kartu Nusuk, telepon seluler, ataupun kartu identitas lainnya.
"Abah hilang pergi tidak membawa kartu identitas, Nusuk (kartu pintar haji), HP semua ditinggal di hotel," kata keponakan Firdaus, Alwihaz Zerra. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), Firdaus terlihat meninggalkan hotel pada pagi hari sekitar pukul 09.04 waktu setempat. Saat itu ia mengenakan pakaian muslim berwarna putih dan sarung.
Firdaus diketahui berangkat haji bersama istrinya melalui KBIH Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Ia menginap di Future Light Hotel kamar 916 selama berada di Makkah. Pihak keluarga menyebut Firdaus tidak memiliki riwayat penyakit amnesia ataupun demensia. Namun, menurut keluarga, kondisi Firdaus diduga sedang linglung ketika keluar dari hotel.



