Perjuangan Andaru Melawan Penyakit Misterius: Bolak-Balik Rumah Sakit sejak Lahir
Perjuangan Andaru Melawan Penyakit Misterius

Perjuangan Andaru Melawan Penyakit Misterius sejak Lahir

Andaru Yasa Alsaki, seorang anak yang baru berusia 6 tahun, telah akrab dengan suasana rumah sakit dan obat-obatan sejak ia dilahirkan. Menurut ibunya, Tanty Oktabalia, Andaru terlahir dengan kondisi tali pusar yang tampak berair dan perut yang keras. Setelah kelahiran, ia langsung dimasukkan ke dalam inkubator dan baru diizinkan pulang ke rumah setelah beberapa waktu.

Diagnosis Beruntun dan Perawatan Kolik

Tidak lama setelah pulang, Andaru harus kembali menjalani perawatan medis karena mengalami kolik dan sering menangis tanpa henti. Berat badannya pun sulit naik, sehingga memerlukan perhatian khusus dari dokter. Pada tahap ini, pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa kadar leukosit dalam tubuh Andaru sangat tinggi, namun penyebab pastinya belum dapat diidentifikasi.

"Dari situ, Andaru mulai mengonsumsi berbagai antibiotik sesuai dengan kondisi tubuhnya. Kadar leukosit sempat turun setelah perawatan kolik, tetapi karena akar masalahnya belum diketahui, kadar itu kembali naik. Yang menarik, Andaru tidak mengalami demam saat leukositnya meningkat," jelas Tanty.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Episode Kesehatan yang Tak Kunjung Usai

Pada usia 2 tahun 3 bulan, Andaru didiagnosis mengalami fignosis dan harus menjalani serangkaian perawatan serta konsumsi obat-obatan hingga kondisinya membaik. Saat itu, Tanty sempat berharap bahwa putranya tidak perlu lagi bolak-balik ke rumah sakit.

Namun, harapan itu pupus pada tahun 2023 ketika Andaru tiba-tiba tidak bisa buang air besar selama seminggu penuh, dengan perut yang semakin membesar. Pemeriksaan medis mengungkapkan adanya gangguan batu empedu, yang mengharuskannya menjalani perawatan dan prosedur penghancuran batu.

Komplikasi Lanjutan dan Dugaan Autoimun

Setelah dinyatakan pulih dari batu empedu, Andaru kembali menunjukkan penurunan kondisi. Ia muntah-muntah hebat, sehingga dokter menyarankan kolonoskopi dan endoskopi. Hasilnya, Andaru yang saat itu berusia 4 tahun didiagnosis mengalami gangguan asam lambung.

Selama pengobatan, Andaru mengalami gangguan pernapasan dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Ia didiagnosis dengan TB klinis dan harus menjalani pengobatan selama 6 bulan pada tahun 2025. Setelah menyelesaikan konsumsi Obat Anti TB (OAT), Andaru mulai mengalami batuk, pilek, dan sesak napas.

"Entah ini berasal dari gangguan refluks atau paru-paru, masih dalam penyelidikan. Namun, Andaru disarankan untuk menjalani terapi asma. Saya juga mendapat tugas untuk memantau rutinitas minum obatnya, tanda-tanda penurunan kondisi, dan kondisinya setiap hari. Jika sudah sesak, harus secepatnya menggunakan oksigen," ungkap Tanty.

Tantangan Ekonomi dan Dugaan Penyakit Autoimun

Bolak-balik ke rumah sakit dengan berbagai diagnosis dan pengobatan tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Apalagi, waktu dan biaya yang diperlukan tidak sedikit, sementara Tanty belum memiliki penghasilan tetap. Meski demikian, ia tetap berkomitmen mengikuti saran dokter demi kesembuhan Andaru.

Kondisi Andaru yang tak kunjung membaik membuat tenaga kesehatan yang menanganinya menduga bahwa ia mungkin menderita penyakit autoimun atau cystic fibrosis. Namun, menegakkan diagnosis untuk gangguan ini bukanlah hal mudah, dan terapi yang dibutuhkan pun kompleks.

Tanty, sebagai orang tua tunggal, bekerja sebagai buruh harian di pelabuhan Jakarta Utara dengan penghasilan kurang dari Rp 2 juta per bulan. Ia hanya bekerja saat ada panggilan, sehingga memenuhi kebutuhan hidup Andaru dan dirinya sendiri menjadi tantangan besar.

Semangat Andaru di Tengah Keterbatasan

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Andaru tumbuh menjadi anak yang ceria dan gemar bermain. Sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), ia menjalani pendidikan di dekat rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Andaru dikenal sebagai anak yang tidak rewel dan selalu patuh pada nasihat orang tuanya.

Mari kita bantu Andaru mendapatkan diagnosis yang tepat dan menjalani terapi yang diperlukan. Jangan biarkan keterbatasan finansial memaksanya menyerah pada situasi ini. Bantuan dari para dermawan melalui platform berbuatbaik.id dapat sangat berarti bagi kehidupan Andaru dan keluarganya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga