Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog menekankan pentingnya anak belajar komunikasi, membangun emosi, dan kemampuan sosial sejak dini sebelum terpapar dunia digital secara intensif. Setiap tahap usia membutuhkan pendekatan pengasuhan yang berbeda.
Anak Belajar Melalui Peniruan
Menurut Novi, anak usia di bawah tujuh tahun belajar terutama melalui peniruan perilaku orang tua dan lingkungan sekitar, tanpa banyak proses penalaran. Mereka merekam dan meniru cara bicara, sikap, hingga aktivitas orang tua secara bawah sadar.
“Anak umur 0 sampai 7 tahun belajarnya pakai bawah sadar. Mereka download everything cara ngomong orang tuanya, cara bersikap orang tuanya, cara orang tuanya di rumah bekerja, berjalan semua itu ditiru tanpa sadar oleh anak-anak ini,” kata Novi, dikutip dari Antara, Rabu (20/5/2026).
Pentingnya Pengasuhan yang Tepat
Novi menambahkan bahwa orang tua perlu memberikan contoh yang baik dalam berkomunikasi dan mengelola emosi. Interaksi positif di rumah menjadi fondasi bagi perkembangan sosial anak. Selain itu, pembatasan paparan gawai pada anak usia dini sangat dianjurkan agar mereka lebih banyak belajar dari interaksi nyata.
Dengan memahami tahapan perkembangan anak, orang tua dapat menyesuaikan pola asuh untuk mendukung pertumbuhan emosi dan sosial yang sehat. Hal ini penting untuk mempersiapkan anak menghadapi dunia digital tanpa kehilangan kemampuan interpersonal dasar.



