Susu pasteurisasi merupakan salah satu produk susu yang paling umum dikonsumsi masyarakat. Namun, tidak sedikit yang bertanya-tanya mengapa susu jenis ini harus selalu disimpan di dalam lemari es. Menurut pakar keamanan pangan, alasan utamanya adalah untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang mungkin masih tersisa setelah proses pasteurisasi.
Proses Pasteurisasi Tidak Membunuh Semua Bakteri
Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri patogen. Namun, proses ini tidak membunuh semua bakteri. Beberapa bakteri yang lebih tahan panas atau spora bakteri masih dapat bertahan. Jika susu tidak disimpan pada suhu dingin, bakteri-bakteri ini dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan susu menjadi basi atau bahkan berbahaya bagi kesehatan.
Suhu Ideal Penyimpanan Susu Pasteurisasi
Pakar menyarankan agar susu pasteurisasi disimpan pada suhu di bawah 4 derajat Celsius. Suhu ini efektif untuk memperlambat metabolisme bakteri sehingga pertumbuhannya terhambat. Selain itu, pastikan lemari es tidak terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin tetap optimal.
Masa Simpan Susu Pasteurisasi
Susu pasteurisasi yang disimpan dengan benar di kulkas dapat bertahan hingga 5-7 hari setelah tanggal produksi. Namun, setelah kemasan dibuka, sebaiknya susu dikonsumsi dalam waktu 3-5 hari. Jangan meninggalkan susu di suhu ruang lebih dari 2 jam karena risiko pertumbuhan bakteri meningkat drastis.
Tips Menyimpan Susu Pasteurisasi
- Simpan susu di bagian belakang kulkas, bukan di pintu, karena suhu di pintu lebih fluktuatif.
- Pastikan kemasan tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi bau dan bakteri dari makanan lain.
- Jangan menyimpan susu di dekat bahan makanan berbau tajam seperti bawang atau ikan.
- Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum membeli.
Dengan memahami alasan dan cara penyimpanan yang tepat, Anda dapat menikmati susu pasteurisasi yang segar dan aman dikonsumsi.



