Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki kasus langka penularan virus hanta (hantavirus) antar-manusia yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius. Wabah ini menjadi perhatian serius setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus yang biasanya menyebar melalui tikus tersebut.
Detail Kasus di Kapal Pesiar
Kapal pesiar berbendera Belanda tersebut mengangkut total 147 orang, yang terdiri dari 88 penumpang dan 59 kru dari 23 kewarganegaraan berbeda. Hingga Selasa (5/5/2026), terdapat dua kasus konfirmasi positif dan lima kasus suspek.
Penularan Antar-Manusia yang Langka
Penularan hantavirus antar-manusia sangat jarang terjadi. Biasanya, virus ini menyebar melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Kasus ini menjadi fokus penyelidikan WHO karena potensi penularan baru yang belum dipahami sepenuhnya.
Para ahli kesehatan sedang melakukan pelacakan kontak dan pengujian lebih lanjut untuk memastikan rantai penularan. Langkah-langkah karantina telah diterapkan di kapal untuk mencegah penyebaran lebih luas.
WHO mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang bepergian ke daerah endemis atau berada di lingkungan dengan populasi tikus tinggi. Gejala hantavirus meliputi demam, nyeri otot, dan gangguan pernapasan yang dapat berkembang menjadi sindrom paru-paru akut.



