Hoaks Video Warga Iran Lindungi Pembangkit Listrik dari AS-Israel
Hoaks Video Warga Iran Lindungi Pembangkit Listrik

Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menunjukkan kerumunan warga Iran berkumpul untuk melindungi pembangkit listrik dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Unggahan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur utama Iran jika negara itu tidak membuka kembali Selat Hormuz pada awal April 2026.

Fakta di Balik Video Viral

Namun, setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut ternyata merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan informasinya.

Narasi yang Beredar

Video yang memperlihatkan sejumlah warga Iran berkumpul melindungi pembangkit listrik dari serangan Amerika dan Israel dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Dalam unggahan tersebut, video disertai dengan klaim bahwa warga Iran secara sukarela membentuk barisan untuk melindungi fasilitas vital mereka dari ancaman serangan udara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hasil Penelusuran

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi dengan menggunakan alat deteksi AI dan analisis visual. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut adalah sintesis digital yang dibuat dengan teknologi AI. Tidak ada bukti bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Pemerintah Iran sendiri tidak mengeluarkan pernyataan resmi mengenai aksi massa semacam itu.

Selain itu, ancaman Trump untuk menyerang Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada April 2026 merupakan pernyataan politik yang belum tentu terealisasi. Video hoaks ini tampaknya sengaja dibuat untuk memicu ketegangan dan disinformasi di tengah situasi geopolitik yang sensitif.

Kesimpulan

Video yang diklaim menunjukkan warga Iran melindungi pembangkit listrik dari serangan AS-Israel adalah hoaks. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan selalu melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga