Empat Pekerja Proyek di Jagakarsa Tewas Jatuh ke Tangki Penampungan Air
Empat orang pekerja proyek di Jagakarsa, Jakarta Selatan, meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam gelonteng atau tangki penampungan air. Korban diidentifikasi sebagai YN (31), M (61), TS (62), dan MF (18). Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (3/4) pukul 10.00 WIB, saat mereka sedang menjalankan tugas di lokasi proyek.
Kronologi Kejadian yang Memilukan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa keempat korban diperintahkan oleh mandor proyek untuk menguras tangki penampungan air yang berada di basement. Menurut keterangan saksi H dan M, yang juga merupakan pekerja di proyek tersebut, para korban terjatuh ke dalam lubang gelonteng saat proses pembongkaran penutup tangki berlangsung.
Rekan korban sempat berupaya menolong, namun upaya tersebut dilakukan tanpa dilengkapi peralatan keselamatan yang memadai. Akibatnya, rekan korban pun ikut terjatuh ke dalam tangki. Mandor kemudian meminta tolong kepada saksi untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gelonteng. Pada saat evakuasi, saksi melaporkan merasakan hawa panas dan pengap di sekitar area tangki, yang diduga berkontribusi pada insiden ini.
Evakuasi dan Kondisi Korban
Para korban dievakuasi menggunakan ambulans yang dipanggil oleh saksi DPA ke lokasi proyek. Sayangnya, setelah tiba di Rumah Sakit Pasar Rebo, keempat pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh dokter unit gawat darurat. Tidak hanya itu, tiga orang pekerja lainnya juga mengalami sesak napas saat mencoba membantu proses evakuasi. Ketiganya, yaitu U (41), AJ (36), dan S (62), saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati.
Penyelidikan dan Dugaan Awal Penyebab
Budi Hermanto menyebutkan bahwa hasil pengecekan sementara menunjukkan para korban diduga mengalami sesak napas akibat menghirup gas yang keluar dari gelonteng. Insiden ini masih dalam proses penyelidikan intensif oleh tim penyidik, yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata untuk mengumpulkan bukti-bukti primer.
"Selain memantau perkembangan kesehatan para korban yang tengah dirawat, kami juga melakukan penyelidikan terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek tersebut," imbuh Budi. Investigasi ini bertujuan untuk mengungkap apakah ada pelanggaran prosedur keselamatan yang menyebabkan tragedi memilukan ini.
Implikasi dan Pelajaran dari Insiden
Kejadian ini menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat, terutama di lingkungan proyek konstruksi yang berisiko tinggi. Kurangnya peralatan safety dan potensi bahaya gas beracun menjadi faktor kritis yang perlu diperhatikan untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif, termasuk pelatihan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik kerja di lapangan.



