Kronologi Lengkap Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
Kronologi Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya mengungkap kronologi lengkap kecelakaan maut yang melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo dan gerbong wanita kereta rel listrik (KRL) di dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu. Kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini telah menewaskan 16 orang dan lebih dari 80 orang luka-luka.

Penjelasan Menhub Dudy Purwahandhi

Menhub Dudy Purwahandhi menjelaskan kronologi tersebut melalui video ilustrasi dalam rapat kerja di Komisi V DPR, Kamis (21/5). Dudy membenarkan insiden kecelakaan itu dipicu oleh temperan antara KRL Cikarang-Jakarta dengan sebuah mobil taksi listrik. Akibatnya, temperan itu memicu kerumunan dan menghentikan kereta lain sehingga memicu kecelakaan.

"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," ujar dia dalam rapat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Urutan Peristiwa

Semula, Dudy menerangkan, KA Commuter Line 5568A (Jakarta-Cikarang) tiba pukul 20.34 WIB, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi, satu stasiun sebelum Stasiun Bekasi Timur. Satu menit kemudian, Kereta 116B Sawunggalih tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.35 WIB, terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta api Sawunggalih berhenti dua menit di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang dan berangkat pukul 20.37 WIB.

"Sawunggalih diberangkatkan 20.37 dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39. Sebuah taksi mogok di tengah rel," kata dia. Dua menit kemudian, Sawunggalih tiba di Stasiun Bekasi Timur pada 20.39 WIB. Namun, di waktu yang sama, KA 5181B (Cikarang-Jakarta) yang melintas pukul 20.48 WIB menabrak taksi mogok. Kejadian itu menimbulkan kerumunan warga yang melihat peristiwa temperan.

Sementara, KA 5568A Jakarta-Cikarang yang sudah terlambat 8 menit dari Stasiun Bekasi, melanjutkan perjalanan dan diberangkatkan pada pukul 20.45 WIB. Lalu pada 20.49 WIB, KA 5568A sampai di Stasiun Bekasi Timur. KRL itu sudah terlambat 9 menit. Menurut Dudy, kereta itu sempat berangkat namun terhenti kerukunan akibat temperan KA 5181B.

Dan di waktu yang sama, KA jarak jauh Argo Bromo melintas Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam. Lalu, tabrakan dengan KA 5568A terjadi pada pukul 20.52 WIB.

Penjelasan KNKT

Menurut KNKT, jeda tabrakan antara KA 5181B (Jakarta-Cikarang) dengan taksi, dan KA 5568A dengan KA Argo Bromo kurang dari empat menit atau 3 menit 43 detik.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, awalnya, pada pukul 20.33 WIB, KA 5568 Commuter Line masuk dan berhenti di jalur 6 Stasiun Bekasi. Lalu, pada pukul 20.34 sampai pukul 20.38, KA Sawunggalih masuk dan berhenti di jalur 3 Stasiun Bekasi untuk proses naik turun penumpang.

Kemudian pukul 20.45 WIB, KA 5568 Commuter Line berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Lalu pukul 20.48 WIB, KA 5568 proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur jalur 1. Di jalur lain, terjadi tabrakan antara KA Commuter lain dengan taksi. Setelah proses naik turun penumpang, KA 5568 berjalan pendek sekitar 1,69 meter. Kereta itu berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu. Dan di belakang, sekitar pukul 20:50:43 WIB, KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12, ber-aspek hijau atau berwarna hijau.

Lalu, 2 menit setelahnya, KA Bromo Anggrek menabrak KA 5568 yang berhenti tersebut. Menurut Soerjanto, masinis KA Argo Bromo sempat mengerem laju keretanya dari jarak 1,3 kilometer sebelum menabrak. Namun, jarak itu tak cukup untuk menghentikan insiden tabrakan.

"Sebetulnya masinis, saya ingin menceritakan masinis itu sudah mulai ngerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan, Pak," ujar Soerjanto.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga