Tabrakan Dua Truk Batu Bara di Muratara Tewaskan Sopir dan Lukai Tiga Orang
Tabrakan Truk Batu Bara di Muratara Tewaskan Sopir

Tabrakan Maut Dua Truk Batu Bara di Muratara, Sopir Tewas Terpanggang

Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang tragis terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Dua unit truk pengangkut batu bara terlibat tabrakan hebat hingga memicu kebakaran, mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya menderita luka-luka.

Kronologi Kejadian di Jalan Hauling Batu Bara

Menurut informasi dari Kanit Reskrim Polsek Rawas Ilir, Ipda Henry Martadinata, peristiwa ini berlangsung pada Kamis (9/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasinya berada di Jalan Hauling Batu Bara Km 108,5, tepatnya di Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Saat itu, korban yang mengendarai dump truk dalam kondisi tanpa muatan sedang melaju dari arah Desa Macan Sakti menuju Desa Ketapat Bening. Dari arah berlawanan, terdapat mobil dump truk lain yang dikemudikan oleh Muhammad Rendi dengan membawa muatan batu bara, bersama dua penumpang yaitu Muhammad Ravizal Sagala dan Hermanto.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Di tempat kejadian perkara, korban yang mengendarai truk tersebut mencoba menyalip kendaraan di depannya. Melihat hal itu, truk yang dikendarai Muhammad Rendi dari arah berlawanan langsung membanting setir ke kanan untuk menghindar. Namun, korban juga banting setir ke arah yang sama sehingga terjadi tabrakan antara kedua truk tersebut," jelas Henry saat dikonfirmasi.

Kebakaran dan Upaya Penyelamatan yang Heroik

Setelah tabrakan terjadi, kedua truk tersebut langsung mengeluarkan api dari bagian depan dan mengalami kebakaran hebat. Kondisi ini menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi para korban yang terjebak di dalam kendaraan.

"Muhammad Rendi dan Muhammad Ravizal Sagala yang berada di truk PT IPLS pingsan akibat benturan. Untungnya, satu orang lagi yakni Hermanto masih dalam keadaan sadar. Saat melihat api mulai menjalar, ia langsung membuka paksa pintu truk dengan cara ditendang, kemudian menyeret dan menggendong temannya keluar secara bergantian," papar Henry lebih lanjut.

Namun, nasib malang menimpa sopir bernama Teddi Haryanto. Ia terjepit di dalam kabin truk dan tidak bisa keluar, sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi hangus terbakar. Upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan karena intensitas api yang terlalu besar.

Dampak dan Respons dari Pihak Berwajib

Kecelakaan ini menyoroti kembali pentingnya keselamatan berkendara di jalan hauling batu bara yang sering digunakan oleh kendaraan berat. Polisi setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti insiden ini, termasuk kemungkinan faktor human error atau kondisi jalan.

Korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, sementara jenazah Teddi Haryanto telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Pihak berwajib juga mengimbau para pengemudi truk untuk lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga