Kebijakan WFH ASN Tak Ganggu Pelayanan di Kejagung, Suasana PTSP Tetap Normal
WFH ASN Tak Ganggu Pelayanan di Kejagung, PTSP Normal

Pelayanan di Kejagung Tetap Lancar Meski ASN WFH, Pengunjung Rasakan Tidak Ada Perubahan

Suasana di ruang tunggu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat pagi, 10 April 2026, tampak biasa saja. Meskipun pemerintah telah memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat sejak awal April, aktivitas pelayanan di lokasi ini tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Pengalaman Jeffri: Prosedur dan Waktu Tunggu Tetap Sama

Jeffri, salah satu pengunjung, tiba di PTSP Kejagung sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa berkas permohonan kunjungan. Ia duduk di kursi besi ruang tunggu yang hampir penuh, bersama orang lain yang memegang map atau telepon genggam sambil menunggu panggilan. "Pelayanan sama saja," ujarnya saat ditemui. Ia menjelaskan bahwa alur yang dijalani, mulai dari penyerahan identitas hingga menunggu giliran, tetap seperti biasa, tanpa perubahan dalam prosedur atau durasi tunggu.

Suara panggilan nomor antrean terdengar secara teratur dari loket, dengan ritme yang stabil. Setiap nomor dipanggil, satu orang berdiri dan berjalan ke depan. Jeffri menambahkan, "Tidak ada yang berubah. Kalau di sini mah pelayanan bagus ya." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kebijakan WFH tidak mempengaruhi kualitas layanan di PTSP Kejagung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Suasana Ruang Tunggu: Tenang dan Teratur

Ruang tunggu PTSP Kejagung di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dipenuhi oleh pengunjung dengan berbagai tujuan, seperti membesuk tahanan atau menghadiri panggilan kejaksaan. Meski ramai, suasana tetap tenang dengan percakapan minimal, hanya sesekali terdengar bisikan pendek. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan berjalan efisien tanpa gangguan berarti.

Kebijakan WFH bagi ASN, yang dimaksudkan untuk meningkatkan fleksibilitas kerja, ternyata tidak mengganggu operasional harian di Kejagung. Ini sejalan dengan pernyataan pejabat lain, seperti Wamenkes Dante, yang menegaskan bahwa layanan publik seperti rumah sakit tetap berjalan meski ASN bekerja dari rumah.

Secara keseluruhan, pengalaman di PTSP Kejagung hari ini membuktikan bahwa adaptasi kebijakan WFH dapat dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pengunjung seperti Jeffri merasakan konsistensi dalam layanan, menandakan bahwa institusi ini mampu menjaga standar operasionalnya di tengah perubahan pola kerja.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga