Polisi Panggil Majikan di Bogor yang Aniaya ART karena Kompor Dimatikan
Polisi Panggil Majikan Aniaya ART di Bogor Senin Besok

Polisi Panggil Majikan di Bogor yang Aniaya ART karena Kompor Dimatikan

Polisi masih melanjutkan penyelidikan mendalam terkait kasus penganiayaan yang dilakukan seorang majikan terhadap asisten rumah tangga (ART) di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Tersangka dengan inisial OAP (37 tahun) telah dipanggil untuk menghadap pada hari Senin, 23 Februari 2026 mendatang, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Panggilan Resmi Sudah Dilayangkan

Kasat PPA-PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, mengonfirmasi bahwa surat panggilan terhadap tersangka telah resmi dikirimkan. Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di kantor polisi setempat. "Panggilan tersangka di Senin," tegas Silfi pada Sabtu (21/2/2026), menegaskan komitmen aparat dalam menangani kasus ini.

Latar Belakang Penganiayaan karena Masalah Kompor

Insiden penganiayaan ini bermula dari persoalan sepele di dapur. Berdasarkan keterangan korban, FH (21 tahun), majikan OAP sedang memasak ketika tanpa sengaja kompornya dimatikan oleh sang ART. Hal ini memicu kemarahan pelaku, yang kemudian melakukan kekerasan fisik terhadap korban.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kalau berdasarkan keterangan korban, waktu itu karena perihal masalah masak ya. Jadi pelaku ini sedang memasak di dapur, lalu tidak sengaja kompornya dimatikan oleh korban dan mengakibatkan pelaku marah sehingga melakukan kekerasan terhadap korban," jelas AKP Silfi Adi Putri pada Kamis (19/2).

Kondisi Korban dan Bentuk Kekerasan

Korban mengalami luka-luka serius akibat tindakan kekerasan yang dilakukan majikannya. Penganiayaan tersebut melibatkan tendangan, cubitan, dan pukulan, yang mengakibatkan cedera di beberapa bagian tubuh.

"Pelaku ini melakukan kekerasan fisik terhadap pelapor atau korban, yang mana korban di sini adalah asisten rumah tangga di rumah pelaku dengan cara antara lain ditendang, dicubit, dan juga dipukul," papar Silfi. Hasil visum medis menunjukkan luka di kepala, telinga, tangan, dan punggung korban, menandakan tingkat keparahan insiden ini.

Polisi terus mengawasi perkembangan kasus ini dan berjanji untuk menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku, guna memberikan keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga