Sahabat mendiang dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Icha, mengenang sosoknya sebagai pribadi yang rajin dan ramah terhadap semua orang. Dokter Icha ditemukan meninggal gantung diri diduga depresi setelah diintimidasi dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tenggara Utara (TTU).
Kenangan 10 Tahun Persahabatan
Kenangan itu disampaikan sahabatnya, dr Pito Jella, kepada detikBali, Senin (29/6/2026). Pito mengaku telah berteman dengan almarhumah selama 10 tahun, sejak sama-sama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2016.
"Sudah 10 tahun, kami kawan kuliah dari 2016, setelah itu bersama-sama intrenship dan sekarang tugas bersama di TTU," tulis dr Pito dalam pesan WhatsApp.
Sosok Disiplin dan Ceria
Menurut Pito, dr Icha dikenal sebagai pribadi yang disiplin, ceria, dan mudah bergaul. Almarhumah selalu datang tepat waktu dalam menjalankan tugasnya. "dr Icha pribadi yang ceria, beliau paling rajin sehingga selalu datang tepat waktu. Beliau juga orang yang ramah kepada semua orang," ujarnya.
Di luar pekerjaan, dr Icha disebut sebagai sosok yang senang berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas bersama teman-temannya. Ia juga dikenal sebagai dokter yang berdedikasi tinggi terhadap profesinya.
Kronologi Dugaan Intimidasi
Sebelum meninggal, dr Icha diduga mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi dari dua anggota DPRD TTU. Kasus ini kini tengah diselidiki oleh pihak berwajib. Anggota DPRD TTU Veronika Lake telah buka suara setelah namanya terseret dalam kasus kematian dokter Icha.
Pihak keluarga dan rekan-rekan dr Icha berharap kasus ini dapat diusut tuntas sehingga keadilan dapat ditegakkan. Mereka juga mengimbau agar tidak ada lagi intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas.
Bagi Anda yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.



