Polisi Malaysia Tangkap 11 WNI Diduga Pelaku Perampokan di Pulau Pinang
Kepolisian Malaysia berhasil menangkap sebelas warga negara Indonesia, termasuk dua perempuan, yang diduga kuat terlibat dalam serangkaian kasus perampokan bersenjata di rumah-rumah pekerja di wilayah Pulau Pinang. Penangkapan ini dilakukan melalui operasi khusus yang dinamakan Ops Rantau Kongsi yang digelar di beberapa lokasi strategis.
Operasi Intensif di Dua Wilayah
Kepala Kepolisian Pulau Pinang, Datuk Azizee Ismail, mengungkapkan bahwa operasi penangkapan dilaksanakan pada hari Kamis dan Minggu, tepatnya tanggal 9 hingga 10 April 2026. Lokasi penggerebekan mencakup area di Chemor, Perak, serta Seberang Perai Tengah (SPT). Operasi ini merupakan hasil dari pengintaian dan penyelidikan intensif yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat selama beberapa waktu.
"Dalam serangkaian penggerebekan tersebut, polisi berhasil menangkap sembilan pria dan dua perempuan dengan rentang usia antara 22 hingga 38 tahun," jelas Azizee dalam keterangan resminya yang dilansir oleh Harian Metro Malaysia. Ia menegaskan bahwa semua tersangka saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap modus operandi dan jaringan kejahatan yang lebih luas.
Dugaan Keterlibatan dalam Perampokan Bersenjata
Kelompok yang ditangkap ini diduga aktif melakukan aksi perampokan dengan menggunakan senjata di permukiman pekerja, yang sering kali menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Polisi menyita beberapa barang bukti selama operasi, meskipun rincian lebih spesifik mengenai jenis senjata atau barang rampokan belum diungkap secara detail kepada publik.
Operasi Ops Rantau Kongsi sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian Malaysia untuk memberantas kejahatan terorganisir, khususnya yang melibatkan warga asing. Penangkapan ini menandai keberhasilan signifikan dalam mengamankan wilayah Pulau Pinang dari ancaman kriminalitas bersenjata.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. Kepolisian Malaysia juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan kerja sama dengan otoritas terkait guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.



