Duel Maut Remaja di Cilincing, Satu Tewas Terbacok Celurit
Jakarta - Seorang remaja berinisial WS (16) tewas setelah terlibat duel menggunakan senjata tajam di Cilincing, Jakarta Utara. Polisi berhasil menangkap IPS (15), remaja yang menjadi lawan duel korban. Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Jumat (19/6/2026).
"Terduga pelaku duel satu lawan satu, Saudara IPS, telah diamankan oleh jajaran Polsek Cilincing Polres Metro Jakarta Utara untuk proses lebih lanjut," ujar AKP Bobi Subasri.
Kronologi Kejadian
Peristiwa duel terjadi pada dini hari sekitar pukul 00.15 WIB di Jalan Kalibaru Timur II RT 01 RW 03, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Baik korban maupun pelaku diketahui berdomisili di Kelurahan Kalibaru yang sama.
Video duel kedua remaja tersebut direkam oleh teman-teman sebaya mereka dan kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat keduanya saling serang menggunakan celurit di tengah jalan pada tengah malam. Pertarungan disaksikan oleh sejumlah remaja lainnya. Kedua ABG tersebut tampak mengenakan helm, jaket lengan panjang, dan celana panjang saat berduel.
Aksi saling bacok berlangsung beberapa saat, hingga akhirnya keduanya mundur untuk menjaga jarak. Setelah duel berhenti, korban terlihat ambruk dan kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh rekannya.
Penangkapan Pelaku
Polisi segera menyelidiki kasus duel maut ini dan menangkap terduga pelaku yang masih di bawah umur tidak lama setelah menerima informasi. Saat ini, IPS telah diamankan di Mapolsek Cilincing untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Korban Meninggal di Rumah Sakit
Korban WS dibawa oleh dua rekannya ke RSUD Cilincing. Namun, nyawa korban tidak tertolong. Ia mengalami luka terbuka akibat bacokan celurit pada bagian pangkal paha kiri.
"Korban WS telah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di RSUD Cilincing," kata Kapolsek Cilincing.
Polisi masih terus mendalami motif di balik duel maut ini. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak meniru aksi kekerasan serupa dan segera melapor jika mengetahui adanya potensi tawuran atau duel di lingkungan mereka.



